Pelajaran Bahasa Indonesia: Pengertian Kalimat Tanggapan Disertai dengan Contoh

Pelajaran Bahasa Indonesia: Pengertian Kalimat Tanggapan Disertai dengan Contoh

"Ah ini bau amis", barangkali dalam keseharian kita pernah menjumpa ungkapan seperti itu. Pertanyaan saya apakah itu tanggapan atau respon terhadap keadaan?


Anak - anak jawabannya kita akan bahas bersama - sama dalam materi kalimat tanggapan. 


Pengertian Kalimat Tanggapan

Kalimat Tanggapan adalah kalimat yang berisi respons seseorang berupa komentar terhadap satu atau lebih peristiwa yang pernah dirasakan oleh panca inderanya. Hal tersebut dituangkan ke dalam tulisan yang minimal terdiri atas subjek dan predikat sebagai reaksi atas apa yang dilihat, dibaca, ditonton, dirasakan, ataupun didengar.


Pada umumnya, kalimat tanggapan dapat ditemukan pada berbagai forum diskusi dengan bermacam-macam topik yang disampaikan baik dalam bentuk ragam formal (tulis), maupun informal (cakap). Namun, dalam ragam formal, seperti diskusi, kalimat tanggapan harus disusun berdasarkan PUEBI dengan memperhatikan struktur yang baik dan benar.


Bentuk dari kalimat tanggapan dapat berupa saran, kritik, komentar, dsb, yang biasanya ditemukan di kolom komentar pada beberapa platform sosial media. Namun, perlu diketahui bahwa contoh yang diambil dari sosial media pada umumnya berantakan atau tidak sesuai struktur yang baik dan benar. Dengan demikian, aturan, jenis, dan contoh kalimat tanggapan perlu dipahami dengan baik.


Aturan Membuat Kalimat Tanggapan

Dilihat dari maknanya, kalimat tanggapan haruslah memiliki beberapa aturan sebagai berikut.


1. Bersifat Objektif Bedasarkan Fakta dan Data

Isi dari kalimat tanggapan harus bersifat objektif, bukan subjektif. Artinya, respons yang dituangkan ke dalam tulisan adalah gagasan yang tidak ditambah-tambahkan atau berdasarkan realitas yang ditangkap oleh pancaindra. Misal, Anda diharuskan membuat kalimat tanggapan perihal kondisi penanggulangan Covid-19 di DKI Jakarta. Artinya, Anda akan memberikan tanggapan berdasarkan fakta dan data, bukan atas dasar Anda tidak menyukai pihak, golongan, ataupun oknum tertentu yang sarat akan subjektif.


2. Sesuai dengan Topik yang Dibahas

Jika diperhatikan keseluruhan maknanya, seringkali, kalimat tanggapan ditulis melebar atau jauh dari sasaran dan menyimpang dari topik pembicaraan. Tentunya, hal ini harus dihindari sebab kalimat tanggapan bersifat singkat, lugas, dan padat. Kalimat-kalimat tanggapan yang disusun akan mengarah ke kesimpulan dari topik yang dibahas.


3. Kalimat Tanggapan Disampaikan dengan Memperhatikan Norma Kesponan

Dalam penyampaiannya, kalimat tanggapan disampaikan dengan cara yang sopan dan sesuai konteks, serta tidak ambigu sehingga mudah diapahami. Apabila hal ini dilanggar, kalimat tanggapan tersebut akan dinilai tidak berisi dan memungkinan menjadi sumber dari konflik. Contoh dari aturan ini sering dilanggar oleh warganet yang bebas berkomentar di postingan akun-akun pada sosial media apapun. Jika harus disampaikan dengan emosi yang mendalam, makna emotif dalam kalimat tanggapan tidak boleh berlebihan.


Jenis-Jenis Kalimat Tanggapan

Dilihat dari isinya, kalimat tanggapan dapat dibagi menjadi kalimat tanggapan positif dan kalimat tanggapan negatif.


Kalimat Tanggapan Positif.

Jenis kalimat tanggapan ini pada umumnya digunakan untuk menyatakan persetujuan atas respons dari pernyataan atau peristiwa atas topik yang dibahas.


Kalimar Tanggapan Negatif

Jenis kalimat tanggapan ini pada umumnya digunakan untuk menyatakan penolakan  atas respons dari pernyataan atau peristiwa atas topik yang dibahas.


Contoh Kalimat Tanggapan


Dalam pemilihan jurusan kuliah dan pilihan kampus, anak harus mengikuti saran orang tua tanpa terkecuali

Kalimat tanggapan positif: Karena orang tua sudah merasakan “asam garam” kehidupan, orang tua lebih tahu apa  yang lebih bagus yang lebih buruk ke depannya untuk masa depan anak. Dalam agama juga diajarkan jika rida orang tua adalah rida Tuhan juga. Artinya, jika anak menuruti segala kenginan orang tua, jalan untuk menuju kesuksesan akan semakin lancer.

Kalimat tanggapan negatif: Tuntutan yang besar dari orang tua, tak jarang membuat anak tertekan cukup berat. Data, berdasarkan Divisi Psikiatri Anak dan Remaja Departemen Psikiatri FKUI-RSCM, mengatakan bahwa anak remaja riskan mengalami depresi. Pada tahun 2018, sebanyak kurang lebih 2.3 juta remaja yang mengelami gangguan jiwa, seperti masalah depresi, stres, dan mood swing. Oleh karena itu, pemberian tuntutan yang dikemas dalam bentuk permintaan orang tua yang menginginkan anaknya berkuliah di jurusan dan kampus yang dinginkan orang tuan yang sehendaknya dituruti akan memberikan dampak yang luar biasa untuk anak.

Setiap penjualan pemain bintang, Real Madrid selalu menggantikannya dengan pemain-pemain muda binaan Real Madrid Castilla.

Kalimat tanggapan positif: Setiap klub besar di Eropa, tak terkecuali Real Madrid, membutuhkan regenerasi agar tim kreativitas strategi tim dapat berkembang tiap tahunnya. Selain itu, dengan menjual pemain bintang dan digantikan dengan wonderkid akan medatangkan investasi yang menjanjikan, yang tentunya menyehatkan perekonomian klub.

Kalimat tanggapan negatif: Penjualan pemain bintang yang digantikan dengan wonderkid berisiko tinggi sebab beban pemain tersebut akan bernilai besar karena harus melanjutkan peranan pemain bintang yang dianggap krusial oleh para penggemar. Belum lagi, wonderkid harus beradaptasi terlebih dulu untuk memahami identitas strategi klub. Data menyebutkan Real Madrid lebih banyak kebobolan saat setelah ditinggal dua pemain bintangnya, yakni Sergio Ramos dan Raphael Varane untuk digantikan dengan wonderkid Eder Militao dan David Alaba.