Anak Panti Asuhan Masa Kecil di Papua: Catatan perjalanan dan Refleksi

 

Anak Panti Asuhan Masa Kecil di Papua: Catatan perjalanan dan Refleksi

Bagian pertama mengenai masa kecil dan keinginan menulis.

Masa kecil

Masa kecil saya tidak ada yang menarik untuk diceritakan. Namun sebagai bagian dari perjalanan hidup barangkali Wolong Gelo di Detunglikong menjadi tempat bertama saya menatap dunia. Saya lahir di Wolong Gelo. Sebuah dusun terpencil di Maumere Propinsi Nusa Tenggara Timur. 




Nama dusunku Detunglikong, sekarang berubah nama menjadi desa Karakabu. Setelah gempa bumi dahsyat di Maumere tahun 1992, seminggu kemudian saya ikut mama Yuliana Noa Kolisia. 




Kira - kira sebulan kemudian saya diambil oleh ayah Robertus Bura untuk berangkat ke Papua.




Masa Kecil di Papua

Masa Kecil di Panti Asuhan Putri Kerahiman dan Keinginan untuk Menulis Karena Surat Ucapan Terima Kasih Kepada Para Donatur

Saya di besarkan di Tajah Lereh Kabupaten Jayapura Propinsi Papua. Masa SD saya habiskan di situ. SMP saya lanjutkan di Sentani Kabupaten Jayapura. Saya tinggal di Panti Asuhan Putri Kerahiman Sentani.



Di sini kami dibiasakan untuk belajar teratur. Membaca adalah bonus yang bisa mencuri perhatian para suster biarawati dan kakak pembina yang merawat kami.




Ada banyak buku yang diberikan oleh donatur. Keinginan membaca saya mulai muncul dari membaca di panti asuhan.


Keinginan Menulis

Masa Kecil di Panti Asuhan Putri Kerahiman dan Keinginan untuk Menulis Karena Surat Ucapan Terima Kasih Kepada Para Donatur




Di Panti asuhan kami dibiasakan oleh suster dan para pembina di sana untuk menulis surat ucapakan terima kasih kepada para donatur yang membantu kami. Dari kebiasaan itulah tumbuh keinginan menulis.




Jadi masa kecil saya ada di Detunglikong Propinsi Nusa Tenggara Timur. Kemudian pindah ke Papua dan keinginan menulis saya timbul karena dibiasakan oleh suster biarawati di Panti Asuhan Putri Kerahiman untuk menulis surat ucapan terima kasih kepada para donatur.