Youtube Teknologi Kebebasan Abad ini

Youtube Teknologi Kebebasan Abad ini

Youtube salah satu teknologi kebebasan abad ini. Misi youtube memberi kebebasan untuk menyampaikan pendapat dan menunjukkan kepada dunia siapa kita dan apa karya kita. Ini artinya youtube merupakan teknologi yang menjadikan manusia sebagai pewarta (kabar baik) bagi dunia. Tafsiran subjektif dan personal "Kami yakin setiap orang berhak menyampaikan pendapat, dan dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika kita bersedia mendengar, berbagi, dan membangun komunitas melalui kisah-kisah yang kita miliki" sumber-website resmi youtube.

Nilai yang kita miliki didasarkan pada empat kebebasan utama yang menentukan siapa kita.

Kebebasan Berekspresi

Kami yakin setiap orang harus punya kebebasan untuk berbicara, menyampaikan pendapat, mengadakan dialog terbuka, dan kebebasan berkreasi dapat menghasilkan suara, format, dan kemungkinan baru.


Kebebasan Mendapatkan informasi

Kami yakin setiap orang harus memiliki akses yang mudah dan terbuka untuk mendapatkan informasi. Selain itu, video adalah media yang paling berpotensi untuk pendidikan, membangun pemahaman, dan mendokumentasikan peristiwa di dunia, baik yang besar maupun kecil.


Kebebasan Menggunakan peluang

Kami meyakini bahwa setiap orang harus punya peluang untuk ditemukan, membangun bisnis, dan meraih sukses sesuai keinginannya sendiri. Mereka jugalah yang menentukan hal apa saja yang populer, bukan pihak-pihak tertentu.


Kebebasan Memiliki tempat berkarya

Kami meyakini bahwa setiap orang perlu menemukan komunitas yang saling mendukung satu sama lain, menghilangkan perbedaan, melampaui batas-batas diri, dan berkumpul bersama atas dasar minat dan passion yang sama.


Kebebasan yang tercantum dalam visi dan misi youtube di atas jika dimanfaatkan secara positif maka setiap orang akan menjadi pewarta kebenaran. Jadi berkat untuk banyak orang. Bukan memanfaatkan kebebasan untuk menyesatkan banyak orang. Kita ada di pihak mana? Jadi berkat atau malapetaka melalui sosial media bernama youtube?  


#sebuahrefleksi

Martin Karakabu