Soal dan Pembahasan Materi Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertase )

Soal dan Pembahasan Materi Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertase )
Soal Esai Karya Ilmiah

  1. Pada dasarnya, metode ilmiah menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan empiris dan pendekatan rasional, jelaskan kedua pendekatan itu!
  2. Jelaskan ciri-ciri suatu karya ilmiah!
  3. Jelaskan bahasa dalam karya ilmiah!
  4. Tulis dan jelaskan jenis-jenis karya ilmiah Pendidikan!

Jawaban  Esai Karya Ilmiah

Soal pertama

Metode ilmiah menggunakan dua pendekatan yaitu: 

  1. Pendekatan rasional, berupaya merumuskankebenaran berdasarkan kajian data yangdiperoleh dari berbagai rujukan (literature). 
  2. Pendekatan empiris, berupaya merumuskankebenaran berdasarkan fakta yang diperolehdari lapangan atau hasil percobaan(laboratorium)
Soal kedua

Ciri-ciri dari karya ilmiah, diantaranya sebagai berikut: 

  1. Logis, artinya segala keterangan yang disajikan dapat diterima oleh akal sehat. Sistematis, artinya segala yang dikemukakan disusun dalamurutan yang memperlihatkan adanya kesinambungan. Objektif, artinya segala keterangan yang dikemukakan merupakan apa adanya.
  2. Lengkap, artinya segi-segi masalah yang diungkapkan dikupas selangkap-lengkapnya.
  3. Lugas, artinya pembicaraan langsung kepada hal-hal pokok.
  4. Saksama, artinya berusaha menghindarkan diri dari segala kesalahan betapa pun kecilnya.
  5. Jelas, artinya segala keterangan yang dikemukakan dapat mengungkap-kan maksud secara jernih.
  6. Kebenaran dapat diuji (empiris)
  7. Terbuka, yakni konsep atau pandangan keilmuan dapatberubah seandainya muncul pendapat baru.
  8. Berlaku umum, yaitu semua simpulan-simpulannyaberlaku bagi semua populasinya.
  9. Penyajian menggunakan ragam bahasa ilmiah dan bahasatulis yang lazim.
  10. Tuntas, artinya segi masalah dikupas secara mendalam danselengkap-lengkapnya.

Soal ketiga

Bahasa dalam Karya ilmiah

  1. Bahasa ilmu harus jelas, lugas dan cermat. Jelas artinya menghindari segala macam kesamaran dan ketaksaan (ambiguitas). Lugas artinya langsung mengenai sasaran, tanpa basa-basi. Cermat artinya, berusaha untuk melakukan sesuatu tanpa cacat atau salah.
  2. Bahasa ilmu itu gayanya ekonomis. Artinya bahasailmu itu berusaha tidak menggunakan jumlah katayang lebih banyak daripada yang diperlukan. Dengankata lain, bahasa ilmu itu haruslah padat isi danbukan padat kata.
  3. Bahasa ilmu itu objektif dan berusaha tidakmemperlihatkan ciri perseorangan (gayaimpersonal) sehingga wujud kalimatnyasering terlepas dari keakuan si penulis.
  4. Bahasa ilmu itu melibatkan perasaan (tidakberemosi).
  5. Bahasa ilmu itu mengutamakan informasi,bukan imajinasi yang menjadi cirikhas bahasakesusasteraan.
  6. Bahasa ilmu itu khususnya yang teoritis, umumnya dinyatakan dalam bahasa yang abstrak.
  7. Bahasa ilmu itu gayanya tidak meluap-luap atau kedogma-dogmaan.
  8. Bahasa ilmu itu cenderung membakukan maknakata, ungkapan dan gaya pemeriannya.
  9. Ditinjau dari sudut perkembangan bahasa, kata danistilah ilmiah lebih mantap umurnya daripada kata-kata sehari-hari dalam bentuk, makna danfungsinya.

Soal keempat

Jenis-jenis karya ilmiah Pendidikan

A. MAKALAH

Makalah merupakan salah satu jenis karya tulis ilmiah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan perkuliahan makalah sering sekali digunakan. 

Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya. Sekalipun, bobot akademik atau bahasan keilmuannya, adakalanya lebih tinggi. 

Misalnya, makalah yang dibuat oleh ilmuwan dibanding skripsi mahasiswa. 


Makalah mahasiswa lebih kepada memenuhi tugas-tugas pekuliahan. Karena itu, aturannya tidak seketad makalah para ahli. Bisa jadi dibuat berdasarkan hasil bacaan tanpa menandemnya dengan kenyataan lapangan. 

Makalah lazim dibuat berdasrakan kenyatan dan kemudian ditandemkan dengan tarikan teoritis; mengabungkan cara pikir deduktif-induktif atau sebaliknya. Makalah adalah karya tulis (ilmiah) paling sederhana.


B. SKRIPSI

Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa yang wajib dibuta untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). 

Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. 


Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.


C. Tesis

Tesis mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi. Pernyataan-pernyataan dan teori dalam tesis didukung oleh argumen-argumen yang lebih kuat, jika dibandingkan dengan skripsi. Tesis ditulis dengan bimbingan seorang dosen senior yang bertangungjawab dalam bidang studi tertentu.

Tesis berasal dari kata Thesis berarti pernyataan atau kesimpulan teoretis yang diajukan serta ditunjang oleh argumentasi ilmiah dan referensi-referensi yang diakui secara ilmiah, yang dibuat oleh seorang kandidat Magister. 

 

Tesis disusun oleh kandidat Magister secara mandiri pada akhir masa studi dan merupakan salah satu syarat mencapai gelar Magister.


D. DISERTASI

Menurut Tugino (dalam http://tugino230171.wordpress.com) disertasi ialah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar doktor, yaitu gelar tertinggi yang diberikan oleh suatu univesitas. 

Penulisan desertasi ini di bawah bimbingan promotor atau dosen yang berpangkat profesor, dan isinya pembahasan masalah yang lebih kompleks dan lebih mendalam daripada persoalan dalam tesis.


E. Artikel Ilmiah

Menurut Pedoman Penulisan Usul Penelitian, Tesis, dan Artikel Ilmiah Program Pascasarjana UNSOED (2008 : 85) artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal ilmiah atau buku kumpulan artikel ilmiah yang ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah. 

Artikel ilmiah dapat berupa hasil penelitian maupun gagasan ilmiah (review). Hasil penelitian ataupun gagasan / pemikiran ilmiah akan lebih bermanfaat apabila telah diaplikasikan ataupun disampaikan kepada publik. 


Jurnal ilmiah merupakan suatu sarana yang efektif untuk mempublikasikan hasil penelitian bagi kalangan yang lebih luas atau public


F. Artikel Imiah Populer

Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab, ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. 

Menurut Takedogawa (dalam http://skinhead4life-carigaragara.blogspot.com ) dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah. 

Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis.