BZWI8C3qMxmdvudEkXnedhGzdjepF89oa9U6FDLb
Subsribe

Menyadari adanya Ketidakpastian dalam Banyak Hal oleh Nikolaus Laga Wawin

Menyadari adanya Ketidakpastian dalam Banyak Hal oleh Nikolaus Laga Wawin
Tema Pendalaman Kitab Suci

Pertemuan ke II

KITA MENYADARI BAHWA

TIDAK ADA KEPASTIAN BAGI KITADALAM BANYAK HAL


TUJUAN :

Agar umat dapat menyadari bahwa di masa pendemi virus corona ini ada banyak ketidak pastian dalam  kehidupan kita. Apakah kita akan sehat-sehat saja, kapan semua kegiatan akan kembali normal, apakah kehidupan ekonomi dalam rumah juga baik-baik saja, apakah anak-anak dan pendidikannya juga baik-baik saja ? dan masih banyak ketidak pastian yang masih kita alami dan hadapi di masa ini.


Walau dalam  ketidak pastian hidu,  kita umat beriman tetap mempunyai satu kepastian IMAN bahwa Tuhan selalu dan senantiasa menjaga dan melindungi kita. Apa pun situasi hidup kita sekarang ini kita meyakini bahwa itu adalah rancangan dan rencana Tuhan. Tuhan mungkin sedang menguji kita. “sebab rancangan Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan Ku (Yesaya 55 : 8)


GAGASAN POKOK

Situasi umat manusia di seluruh muka bumi ini dihadapkan pada sebuah ketidakpastian dalam hidup ini. Pandemi Virus Corona membuat umat manusia di seluruh dunia mengalami berbagai macam goncangan dalam kehidupan, mulai dari keluarga sampai pada kehidupan menggereja bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam ketidak pastian hidup ini banyak tantangan yang meuncul, banyak godaan, cobaan, yang kadang membuat tingkat emosi semakin tinggi, sikap masa bodoh, goncangan kepercayaan pada para pemimpin bahkan kepada Tuhan sendiri.


Sebagai umat beriman, situasi pandemic yang sekarang kita hadapi sungguh menguji sejauh mana dan sebesar apa iman kita untuk menghadapi situasai ini. Gereja dibatasi untuk melakukan kegiatan pelayanan rohani. Umat mulai ada yang mengeluh mengapa kegiatan pelayanan rohani dibatasi dan lain sebagainya. Namun kadang sebaliknya ketika mulai diperlonggar untuk kembali menghidupkan  kegiatan pelayan rohani di gereja, umat juga mulai berkomentar “ kami tidak bisa karena takut VIRUS CORONA’. Kita betul-betul dihadapkan pada dilema dan ketidak pastian hidup. 


Coba kita kembali menyadarkan diri dan kembali sejenak berpasrah pada Tuhan dengan mengingat dan merenungkan sabda ini “sebab rancangan Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan Ku (Yesaya 55 : 8). Marilah kita menyadari situasi kita sekarang ini dalam terang sabda Tuhan. Semoga dengan jalan bersama Tuhan kita kemudian dapat menemukan terang baru untuk keluar dari situasi kita saat ini.


PEMBUKA

- LAGU : MB 160

TANDA SALIB


P : DALAM NAMA BAPA DAN PUTERA DAN ROH KUDUS


U : AMIN


P : SEMOGA RAHMAT TUHAN KITA YESUS KRISTUS, CINTA KASIH ALLAH BAPA DALAM PERSEKUTUAN DENGAN ROH KUDUS BESERTA KITA SEKALIAN..


U : SEKARANG DAN SELAMA-LAMANYA


PENGANTAR

P : Saudara/I yang terkasih dalam Yesus….


Dalam masa mempersiapkan diri dengan pantang dan pusa ini, marilah kita kembali menyadari diri bahwa seluruh kehidupan kita ada dalam tangan Tuhan. Ketidakpastian hidup kita saat ini, kita kembalikan pada rencana dan jalan Tuhan. Sebagai orang beriman, kita harus yakin dan percaya bahwa dibalik semua situasi ketidakpastian ini, Tuhan telah menyiapkan bagi kita anugrah, berkat dan kebahagian lain yang berlimpah. Entah hidup atau mati, bahagia atau sedih, susah atau senang, semua ada dalam  rencana, rancangan dan  jalan Tuhan.  Maka marilah kita buka diri, mengundang Tuhan hadir dalam diri kita agar kita selalu dikuatkan dalam situasi yang tidak pasti ini.


DOA PEMBUKA

P MARILAH KITA BERDOA


Tuhan bapa di surga. Situasi umat manusia di seluruh muka bumi ini dalam ketidakpastian. Kami pasrahkan semua dalam rencana,rancangan, dan  jalanMu. Kuatkanlah kami untuk dapat melalui situasi hidup yang tidak pasti ini dalam terang IMAN akan Dikau, sebab bersama dikau kami yakin dan percaya bahwa semua ini akan dapat kami hadapai demi Kristus Tuhan dan pengantara kami…


U : Amin 


ILUSTRASI

Ada sebuah perlombaan yang diadakan oleh sebuah paroki. Perlombaan menyambut hari raya Paskah. Perlombaan itu adalah perlombaan “MEMIKUL SALIB”. Panitia telah menyiapkan sejumlah salib dengan berat yang sama dan  ukuran yang sama untuk sejumlah umat yang mendaftarkan diri ikut berlomba. Panitia lomba memperbolehkan setiap peserta untuk dapat membawa bekal, baik itu makanan dan minuman selama mengikuti lomba MEMIKUL SALIB. 


Perlombaan dimulai. Semua umat yang ikut dalam lomba memikul salibnya masing-masing  berjalan sesuai dengan rute yang ditentukan menuju ke garis Finis. Di tengah perjalanan YOHANES DAN PETRUS, memutuskan untuk selalu berjalan bersama. Ketika sampai di tengah perjalanan PETRUS meminta YOHANES agar mereka berdua beristirahat sejenak untuk minum dan makan bekal yang mereka bawa. Setelah makan dan minum mereka siap untuk melanjutkan perjalanan. Ketika hendak melanjutkan perjalanan, Petrus berbisik ke telinga YOHANES “Yohanes, saya ada bawa satu gergaji kecil. Saya punya salib ini rasanya terlalu berat jadi saya mau gergaji bagian kakinya sedikit untuk dibuang.  Mari…salibmu juga digergaji bagaian kakinya sedikit supaya lebih ringan.” Yohanes menolak permintaan Petrus. Jadi hanya petrus yang menggergaji salibnya. Mereka lalu melanjutkan perjalanan. Di depan mata mereka sudah terlihat garis Finis. Sudah ada beberapa umat yang sampai di garis Finish. Ketika mereka sudah dekat garis finis ternyata ada subauh got besar. Sesudah got besar itu, garis finisnya. Cara untuk dapat sampai ke garis finis adalah dengan menjadikan salib yang dibawa sebagai jembatannya. Maka mulailah Yohanes terlebih dahulu menaruh salibnya untuk menyebrangi got besar itu. Yohanes berhasil masuk garis Finis. Giliran Petrus. Ketika ia menaruh salibnya untuk dijadikan jembatan ternyata tidak cukup. Ia berteriak minta bantuan Yohanes. “Yohanes…tolong pake salibmu dulu untuk saya bisa menyebrang. Tidak bisa…ini adalah syarat utama ketika kita masuk garis finis harus pikul salib kita sendiri. 


Petrus akhirnya hanya meratapi nasibnya ketika melihat umat yang lain menyebrangi got itu dengan salib mereka. Petrus juga hanya bisa menyaksikan kebahagiaan umat di garis finis ketika mereka merayakan keberhasilan mereka dengan pesta dan makan bersama. 


PERTANYAANPENDALAMAN ILUSTRASI

1. Apa yang menjadi ketiadakpastian bagi peserta lomba “MEMIKUL SALIB”


2. Dalam kisah ini apa yang dapat kita ambil maknanya bagi hidup kita disaat sekarang ini ?


Pemimpin dapat menambahkan kesimpulan untuk mendalami ilustrasi

Kita semua tidak tahu apa tantangan hidup yang akan kita hadapi sekarang dan nanti. Walau dalam ketidakpastian hidup seperti  itu, kita tetap punya satu  pegangan hidup untuk dapat dijadikan kekuatan dalam menghadapi tiap tantangan yang datang menghampiri kita. Pengangan hidup kita adalah IMAN. Yesus menyembuhkan banyak orang bukan karena hanya Kuasa dari Allah saja tetapi karena IMAN orang yang ditolong. Maka dalam situasi yang tidakpasti ini, IMAN kita adalah modal utama untuk tetap bertahan dan maju melangkah bersama Tuhan.


PENDALAMAN KITAB SUCI

KITAB YESAYA PASAL 55 : 6-13

“SERUAN UNTUK TURUT SERTA DALAM KESELAMATAN YANG DARI TUHAN”


Pemimpin meminta umat untuk membacanya secara bergantian. Pemimpin kemudian mengulanginya dengan  membacakan sendiri kutiban tek kitab Suci ini untuk didengarkan umat.


PERTANYAAN PENDALAMAN

Tindakan keselamatan apa yang dapat kita buat dalam situasi pandemic ini ?

Apakah Tuhan juga menganuhgerahkan berkat keselamat bagi kita di masa pendemi ini ? Dalam bentuk apa ?

Apa yang dapat kita ambil sebagai pegangan hidup di masa pandemic ini dengan merenungkan Firman Tuhan “Sebab rancangan Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan Ku”?


MEMETIK NILAI-NILAI INJIL

Yesaya dalam Kitabnya mengingatkan kita akan semua peristiwa hidup yang kita alami. Situasi suka, duka, sukses, gagal dan lain sebagainya harus kita tempatkan dalam konteks “rancangan,rencana, dan jalan Tuhan”. Kita diajak untuk turut serta dalam menggenapi rancangan Tuhan tentang KESELAMATAN. Dibalik semua peristiwa hidup yang tidakpasti saat ini, kita harus yakin dengan IMAN yang teguh pada Tuhan bahwa ada KESELAMATAN yang akan kita dapat, kita peroleh, kita nikmati karena kemurahan Tuhan. Wabah Virus Corona ini telah menyadarkan kita bahwa ternyata di saat sekarang ini yang paling kita butuhkan adalah bukan Vaksin COVID tapi campur tangan Tuhan untuk melepaskan kita dari belenggu ketidakpastian hidup. Semoga darah Yesus yang tertumpah untuk kita menjadi Vaksin yang paling mujarab agar kita dapat segera terbebas dari wabah VIRUS CORONA.


MEMBANGUN NIAT DAN RENCANA

Umat diminta untuk membangun niat dan rencana konkrit dalam menghadapi ketidakpastian hiudup saat ini. Misalnya dengan membantu umat di kombas yang mengalami kesulitan ditengah wabah Virus Corona ini.


DOA PERMOHONAN (DOA UMAT)

Umat boleh memilih beberapa ujud doa yang disiapkan dalam kombas. 


Beberapa usulan doa yang bisa dijadikan doa permohonan:


- Doa untuk para pemimpin dalam menangani Virus Corona


- Doa untuk para ilmuwan


- Doa untuk orang yang meninggal karena wabah virus corona


- Doa untuk penderita virus Corona


- Doa untuk tenaga medis


- Doa bagi kita yang masih bertahan ditengah wabah Virus corona


PENUTUP

DOA PENUTUP

P : Marilah kita berdoa….


Tuhan bapa di surga, dalam situasi kehidupan kami yang tidak pasti ini, satu-satunya harapan bagi kami untuk menyandrakan diri hanya pada Dikau. Sertailah kami, lindungilah kami, jauhkanlah kami, selamatkanlah kami dari wabah Virus Corona ini.  Kami ingin kembali berkarya, melayani Dikau dalam tugas dan panggilan hidup kami tanpa rasa takut, rasa was-was, karena diintai oleh wabah Virus Corona. Semoga karena berkat bantuan dan tuntunan dari Roh Kudus, kami semua dapat melalui masa-masa sulit, situasi tidak pasti dalam hidup kami sekarang ini. Bersama Dikau kami yakin bahwa semua situasi tidak pasti ini akan berlalu karena hanya Engkaulah sandaran IMAN kami kini dan sepanjang masa…


U : Amin


BERKAT

P : Semoga Tuhan beserta kita


U : sekarang dan selama-lamanya


P : Semoga kita semua berkat bantuan Tuhan dapat dibebaskan dari wabah Virus Corona ini….Dalam nama bapa dan Putera dan Roh Kudus


U : AMIN


P ; Umat yang terkasih…demikianlah pendalam Kitab Suci kita pada hari ini


U : syukur pada Allah


P : Mari kita pergi karena kita diutus


U : Amin


LAGU PENUTUP : MB 247

ARGAPURA, 9 FEBRUARI 2021


NIKOLAUS LAGA WAWIN

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar