BZWI8C3qMxmdvudEkXnedhGzdjepF89oa9U6FDLb
Subsribe

Setelah Menentukan Tujuan Menulis di Blog, Selanjutnya Menulislah Seperti Engkau Sedang Berbicara

Setelah Menentukan Tujuan Menulis di Blog, Selanjutnya Menulislah Seperti Engkau Sedang Berbicara

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang 4 hal yang perlu dipersiapkan menjadi blogger masa kini.


Bagi sobat yang menulis di blog karena ingin belajar menulis maka ini adalah artikel yang tepat untuk dibaca. 


3, 2, 1 mulai!


Kita semua pastinya memiliki sosial media (facebook, instagram atau twitter). 


Update status, membalas komentar teman, tulis caption instagram dan masih banyak yang lainnya.
Itu artinya kita semua bisa menulis. Jadi poin pertama dari tulisan ini adalah jangan pernah bilang saya tidak bisa menulis. 
Semua orang bisa menulis!. 
Jadi mulai sekarang menulislah seperti engkau sedang berbicara dengan teman. 
Caranya?
Mulailah menulis tentang apa yang engkau rasakan dan alami.

Contoh 

Hari ini saya kesal sekali sekali dengan kakak Martin. Dia suruh tong buat blog sedangkan dia tidak bisa dihubungi. 

Daripada saya tunggu dia tidak jelas, saya coba cari tutorial tentang cara membuat blog di internet. Ternyata gampang. 

Begini caranya teman - teman.
Langkah pertama
Langkah kedua
dan seterusnya


Sobat contoh di atas yang saya maksudkan dengan menulislah seperti engkau sedang berbicara dengan teman. #Pembacanya khusus.


Pertanyaan pentingnya adalah "apakah itu sudah benar?".


Jawabannya relatif, 

Jika sasaran pembacanya adalah teman - teman di Papua dan Indonesia timur maka itu sudah baik. Namun bila cakupannya lebih luas maka kata "tong" harus dihapus, ganti dengan kata 'kita'.

Alasannya sederhana "orang dari Aceh atau Jakarta tidak paham kata itu".

Saran saya tulislah seperti engkau berbicara dengan teman, namun gunakan kosa kata umum yang bisa dipahami oleh semua orang. Jika terpaksa menggunakan kata tersebut maka beri penjelasan pada kalimat berikutnya.

Berikut ini beberapa contoh istilah prokem yang bila ditulis dalam artikel idealnya diberi penjelasan. 

Lihat tabel 1.1 

Istilah Arti Sasaran Pembaca
Sapi Makan Saya Pergi Makan Papua
Kepo Kepingin tahu Anak Gaul
Babe Bapak Jakarta
Manise Apresiasi terhadap perbuatan baik Ambon - Indonesia Timur

Nah contoh di atas, jika diubah menjadi artikel populer (pembaca umum) maka jadinya seperti ini.


Perasaan kesal bisa jadi sangat bermanfaat, apabila dicari solusi alternatif dari permasalahan tersebut. Jumat, 5 Febuari 2021 kami diminta buat blog secara online oleh kakak Martin. Namun sayang yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. 

Mencari tutorial tentang cara membuat blog adalah solusi yang saya lakukan saat itu. Hasilnya jadilah blog sederhana yang sobat baca saat ini.

Cara membuatnya sangat mudah.
Langkah pertama
Langkah kedua
dan seterusnya

Selengkapnya lihat tabel 1.2 berikut ini.

Pembaca khusus Pembaca umum
Hari ini saya kesal sekali sekali dengan kakak Martin. Dia suruh tong buat blog sedangkan dia tidak bisa dihubungi. Daripada saya tunggu dia tidak jelas, saya coba cari tutorial tentang cara membuat blog di internet. Ternyata gampang. Begini caranya teman - teman. Langkah pertama, langkah kedua dan seterusnya. Perasaan kesal bisa jadi sangat bermanfaat, apabila dicari solusi alternatif dari permasalahan tersebut. Jumat, 5 Febuari 2021 kami diminta buat blog secara online oleh kakak Martin. Namun sayang yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. Mencari tutorial tentang cara membuat blog adalah solusi yang saya lakukan saat itu. Hasilnya jadilah blog sederhana yang sobat baca saat ini. Cara membuatnya sangat mudah. Langkah pertama, langkah kedua dan seterusnya. 

Apakah yang saya perbaiki ini sudah benar?

Jawabannya relatif. 

Apakah dimengerti harapan saya semoga dipahami.
Parameternya adalah pembaca paham maksudmu. 
Intinya adalah jangan gunakan kata - kata tong untuk menyebut kita, terada untuk menyebut tidak ada karena itu Bahasa prokem yang hanya digunakan di daerah. 


Jika sasaran pembacamu adalah orang Indonesia Timur maka itu wajar. Justru saya menyarankan karena lebih kontekstual.


Sama halnya dengan kalian menulis cerpen. Apabila sasaran pembacanya ABG metropolitan. Maka diksi seperti sabi, akut, kepo adalah wajar. Termasuk istilah Dilan - Milea, rindu itu berat, biar aku saja yang menanggungnya; tetapi kalau sasaran pembacanya di luar itu harap bisa menyesuaikan.

Kesimpulannya

  1. Semua orang bisa menulis jadi tetap semangat dan jangan minder.
  2. Tulislah seperti engkau sedang berbicara dengan teman.
  3. Tulislah apa yang engkau rasakan dan pikirkan saat itu.
  4. Gunakan pilihan kata yang bisa dipahami oleh semua orang. Apabila sasaran pembaca blogmu dari berbagai macam kalangan.
  5. Jika pembaca blogmu adalah komunitas dan kelompok kategorial tertentu (anak gaul atau Indonesia bagian Timur) maka sesuaikan dengan adat dan budayanya. 
Tujuannya supaya lebih dekat dan bisa dipahami oleh pembacamu.

Tambahan

  1. Bila terpaksa HARUS menggunakan istilah khusus maka beri penjelasan pada kalimat berikutnya.
  2. Keberhasilan tulisan kalian letaknya pada pemahaman pembaca. Apabila pembaca paham maksudmu maka kalian sudah berhasil sebagai penulis pemula.

Sobat terkasih, tetap semangat. Kata yang terucap akan lenyap, namun yang tertulis pasti abadi.

Verba volant, scripta manent 

Demikian ulasan sederhana dari artikel yang berjudul setelah menentukan tujuan menulis di blog, selanjutnya menulislah seperti engkau sedang berbicara. 


Semoga bermanfaat.



Martin Karakabu
Guru kampung dan blogger newebie

Apa yang saya tulis berdasarkan pemahaman personal. Terbatas dan apa adanya, silakan cari referensi tambahan di internet dengan kata kunci belajar menulis di blog. Dengan demikian pemahaman sobat akan lebih baik. Harapannya terus berkembang dan menjadi berkat.  

Related Posts

Related Posts

11 komentar

  1. Eh tapi aku suka loh kalo baca blog yg pake istilah2 daerah mas :). Sbnrnya jadi nambah kosa kata ttg istilah di daerah tertentu :). Tapi iya sih, sebaiknya dikasih tau juga artinya apa. Jd bisa ngerti.

    Aku selalu usahain saat menulis tulisan di blog, dgn gaya bercerita juga. Jd menganggab diri sedang cerita Ama temen secara lgs. Kepengennya kan tulisan bisa LBH ngalir, ga terlalu kaku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak, idealnya ada keterangan sehingga yang baca juga paham maksud kata tersebut.

      Benar mbak, nampak sekali saat saya baca tulisan mbak Fanny di blog. Sama halnya dengan mbak Rey, tulisan beliau pun seperti berbicara langsung, jadi cepat paham maksudnya.

      Nah soal kaku ini yang sedang saya belajar dan terapkan di blog ini hehehe..

      makasih sudah mampir mbak, salam ^^

      Hapus
  2. memberikan penjelasan soal istilah kah? saya sering mengabaikan ini, tapi biarlah supaya jadi pe er buat yang baca wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehhe kang Intan tulisan ini untuk sobat kita di tempat yang jauh dan adik - adik yang sedang belajar menulis di blog.

      Hahaha PR soal istilah kata, itu pekerjaan teramat berat kwkwk

      Mas Intan, terima kasih sudah mampir ya, salam sehat dan tetap semangat.

      Hapus
  3. Terima kasih beri tips yang sangat terperinci beserta contoh-contoh setiap penerangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hay sobat, terima kasih sudah mampir, salam sehat, apa kabar Malasysia?

      Terima kasih jika bermanfaat dan bisa dipahami.

      Tetap semangat dan terus berkarya sobatku..^^

      Hapus
    2. Malaysia alhamdulillah.
      Saya sudah faham mengapa Pak Martin tanya makanan tradisional Malaysia iaitu nasi lemak.

      Hapus
  4. Kalau di Blog, 90% saya menggunakan bahasa Indonesia EYD meskipun belum sempurna. Mau targetnya kemanapun saya tetap EYD (engkau yang dihatiku). Alasannya ya seperti yang dibahas Moat Martin di tulisan ini. Semua orang tidak paham apa yang kita maksudkan.

    Selamat malam dan terima kasih sudah memberikan pencerahan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aii ama le, kwkwk anti mainstream, keren ama istilah baru, dalam kamus gaul saya bolak balik gunung Ile mandiri tidak ketemu - ketemu ini malah dikasih tahu, epang gawang ama kwkwk...

      Sama - sama ama, lengkapi bagian yang kurang, salam sehat ama

      Hapus
    2. Tapi satu fakta kita di NTT, kata terima kasih dalam bahasa daerah hanya di Moat Guru punya bahasa... Epang Gawang.. Daerah lain terima kasih tidak ada bahasa daerahnya...

      Hapus
    3. Ah, serius ne ama?

      Berarti luar biasa ne NMOF kwkwk, sehat selalu ama..

      Hapus