Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Divonis Covid dan Dikarantina Saya Bersyukur Mengalamainya: Catatan Perjalanan Jakarta - Maumere

Divonis Covid dan Dikarangtina Saya Bersyukur Mengalamainya: Catatan Perjalanan Jakarta - Maumere
Catatan perjalanan Jakarta - Maumere. 26 Desember 2020 saya dan istri melakukan perjalanan Jakarta - Maumere. Sebelumnya kami melakukan rapid tes antigen di Rumah sakit Santo Yosep Jakarta Utara. Hasilnya negatif.
Divonis Covid dan Dikarangtina Saya Bersyukur Mengalamainya: Catatan Perjalanan Jakarta - Maumere
Perjalanan Jakarta Maumere
Antara tanggal 26 Desember 2020 sampai dengan 4 Januari 2021, beberapa hal yang kami lakukan.

  1. Ke makam ibu di Kolisia (Kampung Edo)
  2. Kumpul keluarga di Wolomarang Maumere
  3. Ke Detunglikong (kampung)
  4. Ke pantai Waiara
  5. Kunjungi teman dan sahabat


Tanggal 4 Januari 2021 sekitar pukul 07.00 WITA kami melakukan rapid tes antigen di klink Mahardika Maumere.

Mahardika Mamumere Klinik dan Laboratorium
Persiapan pulang ke Jakarta, pukul 16.00 WITA. Namun hasilnya berkata lain,
Hasil Rapid tes Antigen

saya positif dan istri saya negatif. Saya harus diisolasi selama 14 hari di tempat karantina Maumere dan istri saya melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Istri di Bandara Frans Seda Maumere


Reaksi dan Tindaklanjut

Saat saya dibilang positif corona reaksi saya biasa - biasa saja karena jauh sebelumnya saya telah melewati apa yang disebut panik dan takut karena covid 19.


Baca: Rapiptes Reaktif saya Panik Setengah Mati


Istri saya agak panik namun saya berusaha meyakinkan beliau bahwa semua akan baik - baik saja. Ini bukan omong kosong tetapi saya merasa baik - baik saja. Saya pun tidak ingin berdalil bahwa hasil tesnya salah. Barangkali saya termasuk tipe orang tanpa gejala. 


Keluarga pun aman - aman saja (konfirmasi, 09/01/2021/saat saya menulis artikel ini). Satu hal yang membuat saya kecewa terhadap tim medis di klink Mahardika Maumere adalah tanpa menjelaskan apa yang ditulis dan tindaklanjutnya seperti apa. 


"Maaf bapak tidak jadi berangkat karena bapak positif", hanya itu. 


Setelah ditanya lebih lanjut jawabannya silakan konsultasi di Dinkes Maumere. Kemudian petugas kesehatan yang cantik dan seksi itu berlalu pergi dengan kesibukannya yang lain.


Saya tidak akan mempersoalkan kesalahan analisis karena saya selalu percaya kepada profesionalitas sebuah profesi. Namun yang saya sesalkan adalah pelayanan humanis yang menjadi moto kesehatan "senyum bisa menyembuhkan". 


Saya tidak katakan semua petugas kesehatan yang saya jumpai di klinik Mahardika Maumere seperti itu.

Mahardika Maumere

Ada juga dokter dan perawat yang menyapa dengan penuh kasih. Namun perawat cantik yang itu sungguh angkuh. Barangkali ada masalah personal yang belum diselesaikan. Mungkin, namun alangkah eloknya kami yang datang disambut dengan senyum manismu perawat cantik.


Dinkes Maumere

Sweb di Dinkes Sikka Maumere
Setelah dari klink Mahardika Maumere saya membawa hasil tes tersebut di Dinkes Maumere. Di sini saya disambut dengan sangat baik sekali, dilayani dengan penuh kasih. 

Ada beberapa hal yang menjadi kekurangan menurut saya tetapi itu bukan masalah utama. Secara keseluruhan Dinkes Maumere sangat merespon apa yang menjadi keluhan pasien. 

Sweb di Dinkes Sikka Maumere
Di sini saya disweb, hasilnya sampai saat ini belum diketahui namun bagi saya usaha mereka untuk membuat pasien nyaman sungguh nyata. Saya hanya bisa bilang terima kasih untuk Dinkes Maumere, pelayanan semoga menjadi berkat.


Tempat Karantina Maumere


Di tempat karantina Maumere, sungguh pelayanannya sangat luar biasa. Semuanya disiapkan. Lengkap dan petugas selalu siap.
Petugas membagikan perlengkapan pribadi

  1. Vitamin disiapkan.
  2. Ruangan disemprot.
  3. Petugas selalu memberi suport untuk hidup sehat dan semangat.
Petugas di rumah karantina Maumere sungguh luar biasa jasanya untuk kesembuhan kami. Epang gawang -- Terima kasih banyak sobat, upahmu besar di surga.

--------------

Bila teman - teman divonis covid dan harus dikarantina jangan takut, ini bukan akhir dari segalanya. Justru di sini membuat sobat sembuh. 

Mulai dari vitamin sampai peralatan pribadi semuanya disiapkan dengan sangat baik oleh petugas. Terima kasih. Epang gawang para petugas gugus covid 19 Maumere. Semoga jasa baik sobat semua dibalas oleh Tuhan.

Kebutuhan pribadi di tempat Karantina


Mengapa saya bersyukur mengalami hal ini?

Jawabannya relatif. Artinya setiap orang bisa menjawab apa saja sesuai dengan keyakinannya sendiri. Namun bagi saya berada di tempat ini mengajak saya untuk merefleksikan kembali tentang cinta, kemurahan Tuhan dan arti bersyukur dalam segala hal.

Bandara Frans Seda Maumere

Setiap perjalanan memiliki banyak kisah dan setiap kisah selalu ada sisi positif untuk direfleksikan kembali. 


Salam hangat dari tempat Karangtina Maumere.

Martin Karakabu

Maumere


Barangkali sobat tertarik membaca ulasan saya yang ini, rapid tes reaktif buat saya ketar ketir: Masalah Virus Corona

20 komentar untuk "Divonis Covid dan Dikarantina Saya Bersyukur Mengalamainya: Catatan Perjalanan Jakarta - Maumere"

  1. Saudara Martin kena Covid 2 kali ke? Pernah baca sebelum ini saudara menghadapinya.
    Ya kadang ada ralat/terkilan kalau dapat layanan kurang baik. Terasa hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar dua kali kena covid, barangkali harus refleksi diri agar lebih berhati - hati. Terima kasih sudah mampir. salam sehat dan tetap semangat untuk sobat di Malasysia.

      Hapus
  2. pantas saja lama tak nampak di blogwalking, rupanya.. semoga pak guru segera lekas sembuh, sekeluarga diberi perlindungan Tuhan ya.. tetap semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terima kasih untuk doa dan dukungannya kang, doa dan harapan yang sama untuk kang Intan, salam sehat dan tetap jaga kesehatan, demi raga yang lain.

      Terima kasih sudah berkunjung kang.

      Hapus
  3. semoga segera pulih lagi sobat seperti sediakala berkumpul lagi dengan keluarga tersayang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terima kasih Daeng Kadir atas doa dan dukungannya. Doa dan harapan yang sama untuk Daeng sekeluarga di Makasar, salam sehat dan terus berkarya ya.

      Hapus
  4. Baik-baik dan cepat pulih kesehatan sodaraku mas Martin.
    Aku pikir selama ini mas Martin lagi sibuk belajar mengajar online.

    Aku juga menyampaikan Selamat Natal dan Tahun Baru 2021 untuk mas Martin dan keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas dukungan dan doanya mas Himawan, saudaraku yang luar biasa, blogger bertopi yang sangat ramah.

      Selamat tahun baru juga untuk mas Himawan, selamat Natal. Semoga damai dan rahmat Natal selalu menyemangati kita dalam karya dalam pelayanan.

      Salam sehat saudaraku, Tuhan menyertai mas Him sekeluarga...

      Hapus
  5. Aduh Moat... Pantas lama tidak dengar kabar, padahal ada liburan e.. Kami di sini Ende 1 pasien meninggal dunia... Jo maitua pulang sendiri jo ka? Aduh.. Semoga dengan segala protokol kesehatan dan penanganan selama karantina Moat bis sembuh dan segera menyusul maitua di Jakarta..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terima kasih atas dukungan dan doanya ama. Puji Tuhan sudah sehat, berkat doa dan dukungan dari teman - teman semua.

      Sekarang sudah di Jakarta ama, terima kasih banyak atas perhatiannya, doa dan harapan yang sama, semoga ama di Ende dan keluarga pun selalu diberi kesehatan dan terhindar dari pandemi covid 19. Salam sehat ama.

      Hapus
  6. Semoga lekas pulih kembali, Mas Martin aamiin. Pas banget nih, hari Minggu sore ini adikku diizinkan pulang dari Wisma Atlet Kemayoran, sudah negatif dia. 14 hari diisolasi mandiri di sana. Semangat terus ya....Ingat anak2 dan siteri di rumah in sya allah jadi penyemangat diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terima kasih atas dukungan dan doanya teh. Syukur sudah sembuh dan sudah kembali ke Jakarta.

      Terima kasih banyak atas dukungannya teh. Doa dan harapan yang sama, semoga teteh sekeluarga pun dijauhkan dari pandemi covid 19. Salam sehat tetah...

      Hapus
  7. semoga cepat sihat.. berhati-hati kerana kes di Indonesia tinggi dari Malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terima kasih sobatku, benar Indonesia tinggi sekali. Mudah - mudahan pandemi ini cepat berlalu dan kita semua kembali ke aktivitas normal seperti dulu. Salam sehat untuk saudara - saudari di Malasyia ya...

      Hapus
  8. Bang martin lekas sembuh ya
    kalau aku diposisi seperti itu ketika dilayani oleh petugas lab mungkin akan kesel juga, petugasnya kok ya dapet yang lagi nggak mood melayani masyarakat. jadinya orang lain yang liat kan tambah kesel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, terima kasih atas dukungannya mbak Ainun, doa dan harapan yang sama untuk mbak Ainun sekeluarga. semoga selalu sehat dan dijauhkan dari marabahaya.

      Benar mbak kesal sekali tetapi kita bisa apa, hanya menulis dan berbagai, barangkali tulisan kita yang sederhana bisa menggugah mereka yang di singgasana. Salam sehat dan terus berkarya mbak...

      Hapus
  9. Balasan
    1. Amin mas, harapan dan doa yang sama, semoga mas Dodo pun selalu sehat.

      Hapus
  10. Aku dulu positif virus ini pas Agustus, masih hot hot nya :D. Jujur akupun ngerasa kayak divonis HIV, padahal ini covid, bisa disembuhkan. Mungkin Krn mama meninggal Krn sakit ini yaa, jd aku dan suami agak takut.

    Syukurny Krn OTG, kami lama2 jd tenang juga mas. Yg ptg jgn banyak sedih, kuatir, ntr imun drop. Hrs rutin vitamin trus, air putih, buah, sayur. Dan setelah 2 bulan akhirnya negatif. Setelah ngalamin kita juga paham sih, virus ini ada. Tp setidaknya kalo imun kita bagus, insyaallah akan bisa mengalahkan penyakit ini :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mbak Fanny pernah kena to, ya ampun. Puji Tuhan semuanya baik - baik saja.

      Duh, semoga almahruma diterima di sisi-Nya yang maha kudus.

      Benar mbak Fanny, pertama dengar kena covid, duh macam bagaimana begitu, tetapi lama - lama jadi biasa, asalkan imun tubuh kita jaga.

      Terima kasih sudah mampir mbak, salam sehat.

      Hapus