Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rapid Tes Reaktif Saya Panik Setengah Mati

Rapid Tes Reaktif Saya Panik Setengah Mati
Suasana raipd tes di sekolah/Dokumentasi pribadi

Sebelum tes virus corona di sekolah, saya sudah rapid tes terlebih dahulu. Minggu, 7 Desember 2020 kondisi saya tidak stabil. Suhu badan meningkat (panas), batuk tanpa henti padahal saya bukan seorang perokok.


Keluarga panik, istri apalagi. 


Singkat cerita keponakan istri (yang juga menjadi salah satu tim dokter gugus covid 19) datang dan memeriksa saya di rumah. 


Rapid tes menunjukan reaktif, itu artinya kondisi imun tubuh saya lemah dan sudah ada benih - benih virus corona, kata dokter.


Jujur mendengar kabar itu saya panik setengah mati. Panik karena saya berinteraksi dengan orang - orang tercinta. 


Kepanikan yang terakhir karena saya belum berbuat hal baik kepada sesama. Kalau mati bagaimana?


Hal - hal semacam itu mengganggu mentalitas saya.


Sepertinya keponakan dokter ini mengetahui pergumulan batin saya.


Ini kata dia, entah menghibur atau benar saya tidak tahu namun beliau berkata.


"Om Martin, kalau hanya reaktif itu tidak apa - apa. Om hanya butuh istirahat yang cukup, jangan stres dan komsumsi vitamin supaya imun tubuh meningkat"


Dalam kondisi Jakarta yang sedemikian masifnya sebaran virus corona, semua orang bisa tertular kapan saja. 


Reaktif dan tidak reaktif tergantung imun tubuh. 


Jelasnya lebih lanjut.


"Caranya cukup sederhana om". Kata keponakan saya.

  1. Jangan stes
  2. Istirahat yang cukup
  3. Makanan yang bergisi
  4. Rajin cuci tangan
  5. Pakai masker
  6. Tetap jaga jarak, dan 
  7. Minum vitamin.

Bicara tentang vitamin yang dimaksud. Entah namanya apa (saya tidur dan obat tersebut rekomendasi dari keponakan.*istri yang beli). Harganya ya ampun mahal sekali. 


1 butir saja dua ratus ribu. Namun setelah minum vitamin yang dimaksud saat tes virus corona di sekolah hasilnya negatif.

Kesimpulannya:

  1. Virus corona itu ada tetapi tidak jadi masalah jika menerapkan pola hidup sehat.
  2. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, jadi jangan panik jika sobat melakukan rapid tes dan hasilnya reaktif. 

 

Bisa sembuh, percaya dan serahkan pada Tuhan.

Martin Karakabu

8 komentar untuk "Rapid Tes Reaktif Saya Panik Setengah Mati"

  1. Waaaaahhh, kaget pastinya ya mas, tapi harus tenang dan berlapang dada. In sya allah reaktif sebentar dan penting banget tetap terapkan 3M jaga2 dari si coronce ini. Sehat2 terus yaaaaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kaget bangat teh, panik namun setelah dijelaskan baru bisa tenang. Benar teh tetap jaga kesehatan hal yang penting, terima kasih banyak sudah mengingatkan hal baik ini...

      Salam sehat dan tetap semangat teh...

      Terima kasih sudah berkunjung. salam

      Hapus
  2. Nasib baik sudah sembuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Bersyukur selalu pada sang Khalik.

      Semoga kita semua selalu sehat dan mampu melewati masa sulit ini.

      salam hangat dan terima kasih banyak atas kunjungannya....

      Hapus
  3. Kalau sudah kena corona trus kita panik stres maka sama saja kita membantu corona melemahkan sistim imun kita.. saya sering main gila, kalau lihat corona datang, tertawa gembira saja.. Dia pasti setengah mati kerja sendiri melemahkan imun, hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ide yang bagus ama, saya setuju sekali. Saya coba terapkan... dan memang itu yang dikatakan dokter....

      Terima kasih ama, su hadir kemari...

      salam sehat selalu ya...

      Hapus
  4. Saya sempat kaget melihat judul ini, kaka guru. lantas bagaimana sekarang kondisinya?

    Saya harap membaik. Betul itu, imunitas memang penting. dan kalau lagi stress, pikiran gak karuan malah bikin imun menurun. Jaga imunitas kita salah satunya dengan happy. Tapi memang gitu ya, bicara itu mudah, yang ngejalani belum tentu. But we have to try, right, kaka guru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hay ade, terima kasih su berkunjung e.

      Sekarang su baik - baik saja diks, bersyukur kepada sang pemberi hidup karena Kasih-NYA kaka baik - baik saja...

      Itu sudah adik, kalau sters nanti imun tubuh turun abis su kita hehhee

      Salam sehat ade terbaik, terima kasih banyak su mampir ade. Doa terbaik untuk dirimu..

      Salam---

      Hapus