BZWI8C3qMxmdvudEkXnedhGzdjepF89oa9U6FDLb
Subsribe

Miliki 3 Hal Ini Maka Engkau Bahagia: Refleksi Jelang Akhir Tahun Tentang Blogging, Hidup dan Cinta

Miliki 3 Hal Ini Maka Engkau Bahagia: Refleksi Jelang Akhir Tahun Tentang Blogging, Hidup dan Cinta
Martin Karakabu/Dok pribadi

Malam dibuat jadi siang dan siang dibuat jadi malam


Satpam? 


Jawabannya bukan. Tetapi itulah yang saya lakukan kurang lebih dua atau tiga bulan terakhir ini 


Apa yang saya lakukan?. 


Jawabanya adalah  mendesain blog dan mempelajari seluk beluk tentang dunia bloger. Terus mau jadi apa?. 


Tidak ada jawaban pasti, tetapi supaya tahu alasannya maka saya tanyakan hal yang sama kepada anda.


Untuk apa main face book, twitter, dan sosial media lainnya?


Jawabannya relatif, tergantung siapa yang menggunakannya. Saya lakukan hanyalah hobi. Jika hobi itu bisa menghasilkan uang saya pikir ini hadiah terindah untuk seorang pemula.   


Itulah secuil perbincangan saya dengan seorang teman yang datang saat saya sedang menulis “pengalamanku semalam”. 


Apa yang dilakukan semalam?. 


Ya seperti malam-malam sebelumnya sejak 3 bulan terakhir. 


Bertemankan laptop usang milikku, kulupakan dunia sekitarku, termasuk orang-orang terdekatku. 


Mengutak-ngatik tuts laptop tua, mengobok-obok mouse untuk sekedar mendesain ulang beberapa blog milik saya.


Berulang kali ganti templete, bertanya pada mbah google jika ada beberapa letak HTML yang tidak kupahami; Maklum orang awam yang belajar otodidak. 


Sesekali membuka akun face book sekedar melihat adakah pesan atau komen yang datang.

 

Ditemani secangkir kopi dan alunan lagu-lagu timur yang asik membuatku terbuai dengan semua kemudahan yang ditawarkan teknologi zaman ini. 


Tak terasa pagi pun tiba, pukul 06.00 WIB. Dengan sedikit sempoyongan karena ngantuk berat kukemas barang-barang yang berserakan di meja kerjaku.


Istriku yang sangat baik lagi pengertian datang mengampiri,


“Pa istirahat sudah, nanti sakit”;


“Ini teh panas diminum dulu setelah itu sikat gigi dan tidur”.


Ah istriku Vina Lamoren. Perempuan solor- Jawa engkau sunggu baik. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan ini. 


Baca juga: Bahagia itu sederhana, masakan istri yang enak dan senyum si kecil.


“Mbah noni dan Hepy mana”, tanyaku pada ibu mertuaku yang penuh cinta. 


“Tu, di luar” jawab ibu mertuaku. 


“Makan dulu sana!, 


"Tu ada nasi” ujar ibu mertuaku dengan cinta tulusnya pada kami semua. 


Ah mama dikau inspirasi dan roh kami di rumah ini.


Sejenak kududuk di ruang tamu untuk menstabilkan kembali kondisi tubuh; ternyata jam menunjukan pukul 14. 30 WIB. 


“Ah jangan-jangan jam ini rusak” pikirku dalam hati. 


Untuk menjawab rasa penasaran itu, kulangkahkan kaki secepat kilat menuju kamar untuk melihat jam dinding yang ada di sana. 


Ternyata sama, pukul 14.30 WIB. 


“Berati sudah sore ya”, kata saya dalam hati. 


Kutengok HP, ternyata ada 79 line yang belum dibaca, 7 panggilan tak terjawab, 129 WhatsAAp dan 6 pesan yang belum dibaca. 


Saat membuka semuanya ternyata domain yang saya order harus dibayar segera, sedangkan pesan yang lain bunyinya seperti ini;


“Pak kami sudah di depan rumah bapak”, ampun matang de gw. Harus segera bayar domain, lantaran sudah sore, semantara anak murid yang kujanjikan untuk belajar pun sudah datang. 


Mana belum mandi lagi; oh sial. 


Jurus selanjutnya huru hara sani-sini terjadi. 


Kuselesaikan soal domain dan ternyata sudah terlambat, harus registrasi ulang. 


Para murid yang datang pun, secepatnya meminta izin untuk pulang karena melihat kondisi ketidaksiapan saya dalam mengajar. 


Ampun DJ, semuanya jadi kacau dan berantakan.


Pembaca yang budiman, apa pesan yang bisa diambil dari pengalaman burukku semalam. Setidaknya menurut saya ada 3 hal penting. Sehat, cinta, dan komitmen.


REFLEKSI

Pertama SEHAT

Perlu disadari semua orang memiliki cita-cita atau hobi tertentu. Namun hobi dan cita-cita tidak akan direalisasikan jika kita tidak sehat. Apalagi sekarang dalam kondisi pandemi covid 19. Oleh karena itu, menjaga kesehatan penting, sebab kesehatan adalah akses utama menuju sukses.


Kedua CINTA

Semua yang kita dapatkan, uang, popularitas, dan pengakuan dari orang lain akan terasa sia-sia jika kita tidak memiliki cinta dari istri dan anak. Hanya ruang kosong dan kehampaan yang diperoleh dalam jiwa.


Ibarat seorang Ronaldo mencetak gol tanpa tepuk tangan dan ekspresi dari Zidane, pelatih Madrid. 


Itulah kira-kira gambarannya soal cinta dalam keluarga. Saran saya dapatkan cinta dalam keluarga, kemudian raihlah suksesmu. Setelah itu, lihatlah kegembiraan anakmu, dan terimalah secangkir teh penuh cinta dari istri terkasih. 


SUKSES SEORANG SUAMI KARENA DI BELAKANGNYA ADA ISTRI YANG HEBAT.


Ketiga KOMITMEN

Apa itu komitmen, bukan saatnya untuk dibahas pada celotehanku kali ini; yang pasti sukses tidak akan diraih tanpa komitmen dan kerja keras, popularitas dan pengakuan tidak akan diperoleh jika ingkar janji dan tidak konsiten. Komitmen untuk mengatur waktu dengan baik, maka semuanya akan diperoleh jika Tuhan berkenan.


Bukankah semua ada waktu?. 


Ada siang untuk beraktivitas dan malam untuk beristirahat. Semua memiliki porsinya, lakukan dengan seimbang.


***


Kopi akan terasa tidak mengenakkan jika kebanyakan gula. Seperti itulah ibarat yang saya pakai untuk menggambarkan orang yang full fokus dan pembiaran pada ranah atau aspek lain.


Semoga berguna celotahan dari si anak kampung. Ini pendapat saya, semua orang boleh berpendapat tentang sukses. Perbedaan akan memperkaya kita untuk berkarya dan membangun persada jaya.


Beraso sejenak di beranda kehidupan, segelas kopi dan senyum dari  orang-orang tercinta pasti menginspirasi pria hebat untuk berkarya.


*Martin Karakabu 

Related Posts

Related Posts

6 komentar

  1. Walau kerja online tetap harus ada jam kerjanya
    Sehari ya maksimal tujuh jam, kayak kita kerja di tempat formal
    Jangan memaksakan diri, demi menjaga kesehatan.
    Ada waktunya untuk keluarga atau orang tercinta
    Jangan sampai terlalu asik dengan ngeblog ,sampai lupa berbagi dengan orang terdekat.
    Itu pengalaman yang saya terapkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hay mas DB admin OK terima kasih banyak atas kunjunganya mas..

      Benar mas, sesuatu yang berlebihan kadang fatal ujung - ujungnya...

      Terima kasih banyak sudah mengingatkan...

      Salam hangat dan tetap semangat mas...

      Hapus
  2. Support dari pasangan untuk melakukan apa yg kita suka, itu penting. Aku bersyukur suamiku ga melarangku ngeblog. Krn dia tau itu hiburanku, terlebih setelah resign. Kdg aku memang suka lupa waktu, tapi suami bisa ngerti dengan menegur pelan2. Yg dia mau ,aku tetep ga lupa Ama kewajiban :D.

    Syukurlah istri juga bisa paham hobi ngeblogmu ya mas. Aku pun ga akan ngekang ato melarang suami jika punya hobi. Yg ptg hobi sehat dan tidak merusak. Kayak suami tergila2 pingpong. Bisa dibilang pulang kantor ato kapanpun senggang dia pasti main itu. Buatku biarlah. Itu toh positif. Drpd dia kluyuran ga jelas, mending olahraga, kdg sampe ikutan kompetisi dan menang. Hadiah ga seberapa, tp aku tahu dia cari kebersamaan dan kepuasan dari hobinya :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo mbak Fanny, Puji Tuhan kita memiliki teman hidup yang mengerti dengan hobby kita masing - masing. Selama tidak meninggalkan tugas pokok dan teman hidup mendukung ini hal yang sangat baik, seperti yang dilakukan suaminya mbak Fanny, wah luar biasa, beliau bijak sekali dalam hal ini.

      Wah pimpong saya ga bisa olaraga yang satu itu, sampai juara walau hadiahnya tidak seberapa tetapi kepuasan batin itu yang utama... Proficat buat mbak Fanny dan pak suami.

      Hapus
  3. Haloo bang Martin, apa kabar. Saya kemarin jg sempat belajar otak atik html untuk ganti ganti tema blognya. Seru jg ternyata, tidak terasa waktu udah habis sekian jam, walopun masih rendah skill saya akan hal ini, tapi yaa gitu, tetap suka haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hay mas Dodo, benar sekali gonta - ganti template blog memang mengasikan tidak terasa waktu kian berlalu hehehe, tetapi sejujurnya asik walau salah sedikit eror tetapi bagi saya itu asik bangat hehhee, sama mas saya juga masih belajar yang ke gituan... tetap semangat ya mas, salam sehat dan terus berkarya...

      Hapus