BZWI8C3qMxmdvudEkXnedhGzdjepF89oa9U6FDLb
Subsribe

Catatan Perjalanan: Ibu - Ibu Mah Bebas Bung!

Catatan Perjalanan Martin Karakabu: Ibu - Ibu Mah Bebas Bung!
Martin Karakabu - Vina Lamoren
Pembaca terkasih pernah lihat ibu-ibu gang? ataukah bingung dengan kata ibu-ibu gang?


Nah berikut ini saya bagikan cerita tentang ibu - ibu gang, yang saya sebut sok tahu. Sebenarnya hal seperti ini sudah sering saya alami di Jakarta; namun baru kali ini saya sempat membagikan pengalaman yang menjengkelkan ini. 


Ruas jalan baru sunter, Jakarta utara. Sering saya lewati menuju tempat kerja SMA Kanaan, di Jakarta pusat. Setiap pagi cukup ramai dengan anak sekolah, pedagang, maupun pekerja lain yang bepergian menuju tempat kerja masing-masing. Termasuk hiruk pikuk kendaraan bermotor yang melawan arah sesukanya. Situasi seperti ini maka kewaspdaan tingkat tinggi menjadi suatu keharusan bagi siapapun.

***

Jumat, 16 November 2017. sekitar pukul 06.00 WIB. Situasi yang tidak saya harapkan terjadi. sebuah motor matic yang dikendari oleh - ibu keluar dari arah gang menuju jalan utama (jalan yang saya lalu saat itu). Selang beberapa menit kemudian, setelah sang ibu keluar menuju jalan utama. Tiba-tiba bunyi prakkkkk. Keseimbangan saya jadi tidak stabil dan akhirnya jatuh memeluk aspal. Apa yang terjadi?. Seorang ibu yg terburu buru mengantar anaknya ke sekolah menabrak motor saya.


“Woii bang, hati hati dong...!” kata ibu itu setelah menabrak motor saya. Sambil meringis kesakitan, saya coba bangun dan bertanya kepada si ibu yang pemberani itu, “salah saya apa bu?”.


Tidak ada jawaban, si ibu itu kemudian berlalu. “Ah sudalah, kalau berurusan sama ibu-ibu tidak akan selesai urusan seperti ini, yang ada saya emosi”, pikirku saat itu, toh motor saya baik-baik saja.


Pembaca yang terkasih, itu pengalaman saya dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja. Di zaman edan seperti ini, saya maupun pembaca mungkin juga pernah mengalami ini; atau juga pernah melakukan hal seperti si ibu yang saya ceritakan di atas. Tetapi ada 3 hal yang perlu kita refleksikan bersama.


Refleksi

Nyawa Tidak Bisa Dikreditkan

Nyawa tidak pernah bisa dibeli dengan sejumlah uang karena nyawa bukan seperti motor yang bisa dikreditkan. Jadi unsur kehati-hatian dari pengendara kendaraan bermotor adalah mutlak harus dimiliki. 


Sabar Bukan Hanya Kata

Sabar adalah sebuah kata yang harus dipraktekan oleh setiap pengendara di kota-kota besar yang tingkat kemacetan terus bertambah setiap harinya. 


Tahu Aturan

Berani mengendari kendaraan bermotor di jalan umum, harus tahu aturan lalu lintas bos. Hidup ada aturannya, bukan suka-suka ‘elu’.


Baca juga: Serunya Perjalanan Anjaker Bersama Ibu - Ibu DPR Hari Ini

Demikian kisah saya, semoga bermanfaat. *Martin Karakabu

Related Posts

Related Posts

1 komentar

  1. Bahaya betul cara ibu itu menunggang motor.
    Nasib baik saudara tidak apa-apa.

    BalasHapus