BZWI8C3qMxmdvudEkXnedhGzdjepF89oa9U6FDLb
Subsribe

Bicara Tentang Silsilah Keluarga Lamoren Bersama Bapak Paulus Pati Moron

Lamoren adalah salah satu marga dari ratusan marga di Solor watan lema di Kab. Flores Timur Nusa Tenggara Timur. 

Bicara Tentang Silsilah Keluarga Lamoren Bersama Bapak Paulus Pati Moron
Bpk Paulus Pati Moron/Narasumber

Berikut ini silsilah garis keturuan marga Lamoren dua (Hama Makin) di desa Ongalereng di pulau Solor di bagian Barat. Dikisahkan dari garis keturunan laki-laki (patriarkat).Berikut ini silsilahnya:


Hama Moron

Generasi kelima dari marga lamoren 2 (Moron) dimulai dari almahrum bapak Hama Moron. Beliau mempunyai empat orang anak laki-laki. Anak pertama bernama Mado, Kedua Payong, ketiga Lawe, dan kempat bernama Beko.


Bapak Mado

Almahrum bapak Mado mempunyai dua anak laki-laki. Anak pertama bernama Gestinu dan kedua bernama Betu. Gestinu mempunyai empat orang anak laki-laki. Yaitu: Payong, Mado, Kobus, dan Panus; sedangkan Betu tidak mempunyai anak, (menurut sumber: Paulus Pati Moron).


Bapak Payong

Almahrum yang terkasih bapak Payong memiliki dua orang anak laki-laki. Anak pertama bernama Kereme dan anak yang kedua bernama Hama.


Bapak Kereme memiliki lima orang anak. Anak pertama bernama Simon, sebagai kepala suku moron dua. Anak kedua bernama Paulus Pati Moron, seorang pendidik dan pegiat budaya peten lewo, khusunya dari marga Lamoren atau Moron dua (Hama  Makin) di desa Ongalereng di pulau Solor di bagian barat. Beliau sekaligus adalah sumber utama dan satu-satunya refrensi saya menulis artikel ini. Anak ketiga bernama Aloysius, keempat Yosep, dan kelima (bungsu) bernama Martin Moron Pr; seorang pastor di keuskupan Pangkal Pinang. Beliau saat ini menetap di Batam. 


Sedangkan sang adik bernama Hama memiliki seorang putra yang diberi nama sama dengan bapaknya, yakni Hama.


 Mengapa namaaya sama?


Menurut penuturan bapak Paulus Pati Moron salah satu upaya penghargaan sang ayah yang telah meninggal dan meninggalkan sang anak yang masih dalam kandungan sang isteri maka menurut kebiasaan adat budaya Solor watan lema, kususunya Lamoren 2 anak tersebut harus diberi nama sesuai dengan sang ayah.


 Untuk apa?


Jawabannya adalah sebagai ekspresi cinta yang mendalam dan bentuk penghargaan dari keluarga pada sosok almahrum. 


Bapak Hama meninggal dipagut ular,saat sang anak yang kelak diberi nama hama juga masih berusia 6 bulan dalam kandungan sang isteri.


Bapak Lawe

Beliau mempunyai seorang putra bernama Suban. Bapak Suban memiliki lima orang anak laki-laki. Si sulung bernama Hendrik, kedua bernama Kor,selanjutnya Marsel, Sanga, dan Ferdy, putra bungsu dari garis keturunan laki-laki dari bapak suban.


Bapak Beko

Bapak Yosep Beko Lamoren, putra bungsu sekaligus anak bungsu dari 8 bersaudara dari keturunan almahrum bapak Hama Moron.


Bagi anak-anaknya sosok beliau orang yang sangat mencintai keluarga. Seorang perantau, perintis dan pelopor yang mengagumkan. Memiliki dua orang putra yang tampan. Putra pertama bernama Hendrikus Hama Lamoren, kedua almahrum Laurensius Payong Lamoren, si hitam manis yang baik hati dan suka menolong.


Hendrikus Hama Lamoren, putra pertama dan anak nomor 3 dari bapak Yosep Beko Lamoren tersebut memiliki dua orang putra. Putra sulung bernama Johanes Randy Lamoren dan kedua bernama Joseph M. Beko Lamoren.


Demikian silsilah keturunan marga Lamoren dari generasi kelima.

***

Penutup

Upaya menulis silsilah ini murni panggilan hati, tanpa ada unsur lain. Maksud dan tujuannya, hanya sebagai dokumentasi perjalanan hidup sebuah komunitas Hama Makin di desa Ongalereng kecamatan Solor bagian barat Kab. Flores Timur, NTT. Harapannya adalah generasi sesudah kita bisa mengetahui dari mana dia berasal, dan saling bertegur sapa untuk mengenal sebagai sesama saudara, walaupun itu hanya di dunia maya.                    

***

  1. Kisah ini bermula dari obrolan ringan saya bersama bapak Paulus Pati Moron saat berkunjung ke Jakarta. 
  2. Nong dan oa, maaf jika ada salah bertutur, tak ada maksud melupakan atau menyakiti hati. Hanya ini yang kuingat dari obrolan ringan kami. 

Baca juga: Catatan kecil bersama Onsi Hayon, Gadis Solor Watan Lema 


Salam 

Martin Karakabu

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar