BZWI8C3qMxmdvudEkXnedhGzdjepF89oa9U6FDLb
Subsribe

Masuk SD di Detunglikong: Bahagia yang Tidak Bisa Dijelaskan

Masuk SD di Detunglikong: Bahagia yang Tidak Bisa Dijelaskan
Saya bersama anak - anak cerita kenangan masa kecil di kampung halaman

"Besok kamu masuk sekolah" kata bapak, sebuah ingatan yang masih melekat saat itu, "benar bapak?" kata saya memastikan kebenaran ucapan bapak. 


Beliau tidak menjawab hanya senyum simpul di balik wajah garang namun sangat sayang kepada keluarga. Selanjutnya beliau pergi meninggalkan balai - balai tempat kami beraso, sekedar menikmati suasana malam.


Almahrum ibu yang mengetahui kebingungan dan kecewa saya menjawab, "iya benar besok kamu sekolah, "ayo tidur biar tidak terlambat" ujar beliau sambil mengelus rambut saya. Sebuah ingatan yang masih melekat tentang kasih sayang seorang ibu.


Baca: Kebohongan Ibuku adalah Cinta Paling Tulus yang Pernah Saya Rasakan


Bukannya segera tidur saya malah saya malah menimbang - nimbang seragam yang dibeli oleh ayahanda tercinta di pasar Nangablo sehari sebelumnya. Seragam itulah yang membuat saya menjadi guru saat ini.


Baca juga: Jika pengalaman adalah guru terbaik maka menjadi guru adalah pengalaman terbaik saya.


Ibunda yang melihat bahagia itu kembali mengingatkan saya untuk segera tidak supaya besok tidak terlambat saat hari pertama masuk sekolah di SD Detunglikong.


Hari pertama masuk sekolah di SD Detunglikong

Embun masih belum kering, bukan karena semalam hujan tetapi di tempat saya memang seperti itu adanya. Dingin menusuk tulang tidak menjadi penghalang saat saya melangkah dengan pasti hari itu. Menuju SD Detunglikong dan itu hari pertama masuk sekolah.


Sampai di sekolah belum ada yang datang, hanya saya seorang diri karena suasananya masih pagi buta. Tidak ada rasa takut, yang ada hanya bahagia karena bisa bersekolah. 


Hanya itu alasan satu - satunya dan menurut saya paling logis, jika ditanya mengapa saya bahagia pada saat itu?.


Upacara Bendera: Tidak Mengerti Tetapi Senang

Beberapa jam kemudian satu persatu anak - anak sekolah datang. Ada yang diantar oleh orang tuanya dan ada yang jalan sendiri.


Tepat pukul 07.00 WITA Kami pun melaksanakan upacara bendera, berbaris rapi dan mendengarkan salah satu guru yang berbicara di depan podium. Saat menjadi guru baru saya tahu ternyata itu namanya pembina upacara.


Beliau bicara banyak hal, namun saya tidak mengerti apa yang dibicarakan. Saya hanya memperhatikan suasana di sekitar saya. Seragam merah putih, berbaris rapi, di belakang barisan ada orang tua yang menunggu dan melihat kami. Hanya itu yang saya ingat dan bahagia yang saya kenang. Itulah cerita bahagia saya saat hari pertama masuk SD di Detunglikong.


Baca juga: Detunglikong Dusunku Tempat Saya Dilahirkan

Related Posts

Related Posts

3 komentar

  1. hari pertama ke sekolah memang jadi kenangan manis..

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh iya cerita masa kecil, dengan menulis berharap bisa menjadi cerita di masa depan untuk anak dan cucu hehehe...

      terima kasih banyak sudah mampir, salam hangat dan terus berkarya ya.. sukses selalu.

      Hapus
  2. Membahagiakan banget ya Pak Guru Martin bisa mengajar di SD Detunglikong kayak gini. Semoga murid2 senang, guru2 juga senang. DI sini senang, di sana senang hehehe :D

    BalasHapus