BZWI8C3qMxmdvudEkXnedhGzdjepF89oa9U6FDLb
Subsribe

Manu Wanggai: Sepak Bola Bisa Menyatukan Perbedaan Pandangan Politik

Manu Wanggai: Sepak Bola Bisa Menyatukan Perbedaan Pandangan Politik
Imanuel Wanggai Mantan Pemain Persipura
Di zaman penjajah, kita sebagai anak negeri disatukan dengan idealisme yang sama, yaitu mengusir penjajah dan berdiri sebagai bangsa yang merdeka.


Itu sudah dilakukan dan berhasil. Buktinya Indonesia sebagai suatu bangsa, berdiri gagah di singsana bumi pertiwi.


Apa tugas selanjutnya?


Mengisi kemerdekaan, kata bung Karna dan Hatta dalam film Indonesia pusaka.


“Selanjutnya biarlah generasi sesudah kitalah yang mengisi kemerdekaan ini, tugas kita sampai di sini”, bung Karno dalam cuplikan film Indonesia Pusaka.


Hari ini dan di sini, kita lihat di layar kaca;


“eh kecobong loe,

eh kampret loe”.


Bahkan pada tingkat yang menurut saya parah ialah,


  • “eh Kafir loe,
  • eh Cina loe,
  • eh Komunis loe”, dan

berbagai eh…ehh..dan eh yang lain.


Inikah yang disebut tugas kita mengisi kemerdekaan?.


Sepertinya menarik, menelaah kembali ucapan Mafud MD; negarawan dan tokoh Islam yang saya kagumi.


“Negara lain sudah sampai ke bulan, kita (Indonesia) masih mempersoalkan boleh atau tidak memberi ucapan selamat natal”, tetapi sudahlah saya tidak mau membahas itu, karena ada hal baik di negeri ini yang perlu dibahas.


Apa itu?


Sepak bola bung!


“ah sepak bola???” penuh tanya dan bingung.


“Ya sepak bola!!!”, Melalui sepak bola kita jadi satu bangsa.


Sepak bola menyatukan kita semua


Masih ingat peristiwa berikut ini?


Indonesia Dikalahkan Malaysia saat Piala AFF 2018


Piala AFF U 19 tahun 2018 lalu, saat Indonesia dikalahkan Malaysia. Saya bangga walau Indonesia kalah. Bukan berarti saya mendukung tim lawan.


Letak kebanggaan saya ialah bersatunya seluruh anak negeri beropini soal tim lawan. Bukan berarti saya ikut menghujat.


Poinya ialah semua menjadi satu bangsa, Indonesia namanya.


  1. Tidak ada Jawa, tidak ada Papua, semua Indonesia.
  2. Tidak ada Islam tidak ada Kristen, semua Indonesia.
  3. Tidak ada Persib Bandung tidak ada Persija Jakarta, semua PSSI.
  4. Tidak ada kecebong tidak ada kampret, semua anak bangsa.


Sesuatu yang Luar  biasa.


Nasionalisme sangat nampak saat itu. Membanggakan sekali sebagai sebuah bangsa.


Kita bisa seperti itu


Dalam Sepak Bola


Mari kita mulai belajar dari Timur Indonesia. Melalui sebuah club sepak bola bernama Persipura Jayapura. Melalui seorang pemain bernama Imanuel Wanggai.


Pencinta bola Indonesia mungkin masih ingat peristiwa Imanuel Wanggai (Persipura Jayapura) dan Hendro Siswanto (Pemain Arema Malang).


Edisi 22 September 2018 lalu di stadion Mandala Papua. 


Tabrakan keras terjadi pada laga itu, antara Imanuel Wanggai dan Hendro Siswanto. Imanuel wanggai dan Hendro Siswanto mengalami cedera serius.


Wanggai 8 jahitan di pelipis matanya, sedangkan Hendro Siswanto tidak sadarkan diri dan harus dirawat di Rumah Sakit Bayangkara di Jayapura Papua.


Apa yang dilakukan Wanggai?


Bangun dalam kedaaan sempoyongan dan mengejar Hendro Siswanto, bukan untuk berkelahi, melainkan meminta maaf.


Peristiwa itu mengundang decak kagum sesama insan sepak bola.


Berita lengkapnya bisa baca di sini.https://www.indosport.com/sepakbola/20180922/sikap-sportif-wanggai-untuk-hendro-usai-lidah-tertelan


Andaikan sportifitas dan saling menghargai bisa dilakukan, maka tidak akan ada bentrokan antara suporter, pemain dengan pemain, atau pemain dengan wasit.


Kita bisa menjadi lebih baik di tahun 2019 jika sportifitas dan respek menjadi prinsip dasar dalam berkompotisi.


Ingat pemilu hanyalah momen 5 tahun sekali tetapi persaudaraan dan persahabatan abadi selamanya.


Semoga pemilu 2021 tidak ada kecobong vs kampret karena Indonesia adalah kita bukan dia atau mereka.


Kita Indonesia, 

Kita Bineka. 


Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh

Martin Karakabu


Baca juga: Yustinus Pae Bek Kanan Andalan Persipura, Ditemukan Ivan Kolev dan Diubah Jakson F. Tiaga


Sumber inspirasi menulis dari: www.indosport.com dan pengalaman personal

Sumber foto: Indosport.com

Related Posts

Related Posts

2 komentar

  1. Saya setuju bang, kalau sepakbola bisa menyatukan kita. Momen-momen kebersamaan saat tim kita berjuang melawan tim dari negara lain, sungguh sangat mengharukan. Kita semua bersatu, mendukung tim kesayangan sebagai sebuah bangsa yang besar tanpa mengenal adanya perbedaan.

    Semoga bukan hanya terjadi di dunia olahraga khususnya sepakbola, namun di semua sektor kehidupan ya bang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Kang, itu harapan kita bersama, apalagi piala AFF, semuanya bersatu mendukung timnas Indonesia, duh indahnya kebersamaan ini...

      Hapus