Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Istriku Pejuang, Catatan Hati

Istriku Pejuang, Catatan Hati
Kartini si pejuang emansipasi itu telah berlalu.

Menciptakan kadar yang sama rata dan,

sama rasa.                                   


Hari ini dan di sini kupandangi kenyataan, istriku masih berjuang;

Dia berjuang tak kenal lelah, meski emansipasi telah membuat kami sejajar.


Berjuang melawan idealisme yang berbeda,

Berjuang meyakinkanku bahwa sukses bisa diraih,

Berjuang membuktikan diri bahwa dia layak kusebut isteri terbaik,

Berjuang meredam egoku yang labil,


Istriku kau membuatku bangga dan iba.

Aku melangkah hingga titik ini karenamu,

Aku mengembara hingga kota ini karenamu,

Aku yakin karenamu mimpiku bisa menjadi nyata.


Kubersujud dengan ujud dan caraku sendiri;

Memohon pada sang khalik,

Tuhan berilah istriku kesabaran dan kekuatan.

Tuhan jika berkenan kabulkan doa kami berdua.


Hanya kepadamu kami berharap,

Hanya kepadamu kami mengadu,

Dikaulah sumber kekuatan kami.


Sededar berbagi kawan

Manusiakan istrimu, 

Maka dengan cintanya,

Dia akan memanusiakanmu.

***

“Coretan waktu”


Suksesnya seorang suami karena ada istri yang hebat di belakangnya.


Baca juga:  Bahagia itu Sederhana, Masakan Istri yang Enak dan Senyum si Kecil

Posting Komentar untuk "Istriku Pejuang, Catatan Hati"