BZWI8C3qMxmdvudEkXnedhGzdjepF89oa9U6FDLb
Subsribe

Blogger dan Youtuber Mana yang Lebih Baik?


Blogger dan Youtuber Mana yang Lebih Baik?
Martin Karakabu (sedang memotret diri)
Profesi apapun semua baik adanya, tergantung cara kita melihatnya. 


Menjadi seorang blogger atau youtuber, menurut saya sama mulianya dengan profesi yang lain. Seperti guru, dokter atau TNI. 


Dunia rasanya 'gelap' tanpa seorang blogger dan youtuber. 


Melalui seorang blogger dan youtuber kita disediakan banyak informasi yang bermanfaat. 


Memang harus diakui ada beberapa blogger dan youtuber yang menyediakan konten tidak seideal pernyataan saya di atas. Mungkin blog ini salah satunya, tetapi di bagian inilah kemampuan literasi kita diuji. 


Baca, cermati dan konfirmasi kebenarannya melalui media-media independen yang kredibel. Itulah realitas blogger dan youtuber di era digital.


Selanjutnya apakah saya seorang blogger atau youtuber?


Jawabannya tidak untuk keduanya. Saya bukan blogger apalagi youtuber. 


Saya hanya seorang guru kampung. Lengkapnya guru kampung yang tertarik dengan blogger, namun tidak terlampau percaya diri untuk menjadi seorang youtuber.


Pertanyaannya mana karyamu, jawabannya banyak tetapi tidak berfaedah. 


Saya mengenal blog sejak 2014. Puluhan blog dengan berbagai tema saya buat. 


Hari ini dan di sini saya merenung, 'untuk apa saya lakukan itu semua?'. Jawabannya adalah 'pamer diri' tanpa memberi manfaat.


Maka mulai hari ini saya putuskan untuk konsentrasi terhadap dua blog saja. 


Pertama blog yang sedang sobat baca ini. Berisi catatan harian, agenda kerja, curhat dan hal - hal tidak penting lainnya. Saya menyebutnya diary online. Satunya lagi blog pendidikan, dibuat sebagai bentuk pertanggung jawaban saya terhadap anak didik dan orang tua murid. 


Sekaligus tempat saya belajar berbagi karena saya percaya memberi tidak harus dengan uang, bisa melalui karya yang bermanfaat. 


Sekaligus blog tersebut menjadi tempat saya mencari 'dolar' di internet, tetapi jangan bilang - bilang ya, ini rahasia diantara kita saja. @


Sedikit tips untuk pembaca di rumah.

  1. Dunia bisa digenggap dalam 10 jari, itu pepatah yang menunjukan bahwa melalui gadjet kita bisa tahu hal apa pun yang terjadi di tempat lain. Pesatnya perkembangan informasi masa kini membuat kita harus mampu membedakan mana berita hoax dan mana berita yang benar. 
  2. Caranya setelah mendapat informasi jangan langsung dishere tetapi konfirmasi terlebih dahulu ke media atau instansi terkait. Misalnya berita tentang kecurangan pasangan calon A saat pemilu maka jangan langsung disebar tetapi konfirmasi ke website KPU atau media mainsterm yang dianggap berimbang. Itu tips untuk pembaca di rumah.
  3. Mari melihat profesi apapun dengan 'kaca mata' positif karena setiap profesi dan kehidupan selalu menawarkan dua hal. Positif dan negatif. 

Bila sobat terlampau melihat segala sesuatu pada hal - hal negatif maka nurani akan tertutup karena hasrat membabi buta.  


Jangan lupa baca Nak Jadilah Seorang Blogger Supaya Nilai AKM Tahun 2021 Kamu Sukses 

Related Posts

Related Posts

18 komentar

  1. Terima kasih atas artikelnya yang bermanfaat. Menurut saya, kedua profesi tersebut sekarang menjadi idaman profesi milenial. Saya pernah bikin survei ke milenial, profesi impian utama mereka bukan PNS, tapi YouTuber, blogger, Influencer, dan sejenisnya. Kalau ditanya mana yang lebih baik, mungkin Youtuber lebih ya, karena orang Indonesia lebih senang menonton sambil rebahan daripada membaca hehe... Tapi, blogger pun jika tau triknya bisa menggaet segmentasi tersendiri, khususnya komunitas penulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sangat setuju dengan pernyataan pak Vicky, namun usaha untuk mewujudkan literasi digital kepada anak muda (pelajar) perlu dilakukan karena mereka akan menulis skripsi hehhee...

      Terima kasih banyak sudah mampir di blog ini pak Vicky, salam sukses dan terus berkarya pak...

      Hapus
  2. bagus pak ada dua blog yg berbeda...semoga dua2 nya memberi manfaat kepada umum..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, walau belum seideal yang diharapkan, namun usaha untuk memberi manfaat selalu ada, meski tidak mudah untuk dilakukan,

      terima kasih banyak atas kunjungannya. salam sukses dan tetap semangat ya...

      Hapus
  3. Profesi idaman saat ini. Eh ada satu lagi, jadi Gamer atau eSports. Hanya yang saya perhatikan, anak-anak milenial cenderung menjadi youtuber dan gamers. Entahlah, profesi apapun asal bisa menunjang hidup dan mencerahkan banyak orang tidak ada salahnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju ama, PNS lewat hehhee, Gamers iya, termasuk eSport... itulah realitas zaman dan kemajuan teknologi, semoga kita mampu menyesuaikan diri. Terima kasih sudah berkunjung ama. salam

      Hapus
  4. Berbakti walau dengan apa medium sekalipun.
    Terpulang pada minat dan kesungguhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes minat dan kesungguhan, itu kata kuncinya. Terima kasih sudah menguatkan narasi sederhana di atas.

      Tetap semangat dan teruslah berkarya. salam.

      Hapus


  5. Keduanya bagus pak guru....Cuma saya pribadi lebih suka jadi blogger..😊😊

    Buat video bingung Video apa..🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe video apa ya kwkwk, ya mas Satria. Tergantung selera dan kemampuan. terima kasih sudah berkunjung mas. salam

      Hapus
  6. Sama bagusnya, ga ada keburukan profesi2 tersebut. Yang penting bagaimana kita mengisi hari2 dan kehidpan kita dengan konten yang bermanfaat, ga boleh yang 'nakal2' hehehe :D In sya allah barokahnya ada dan kebahagiaan dari berbagi juga kita peroleh. Makin tua makin eksis lah kalau main media sosial wkwkwkwwk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asik komentar mbak Nurul di bagian akhir tulisan ini paling saya suka "makin tua makin eksis hehehe"

      Benar mbak keduanya sama - sama bagus, tergantung kemampuan dan minat kita di mana.

      Yes mengisi konten yang bermanfaat, itulah yang saya sedang usahakan teh. Semoga suatu saat bisa tercapai harapan itu,

      Amin
      Sangat setuju mbak Nurul...

      Terima kasih sudah berkunjung mbak, salam sukses dan terus berkarya ya... semangat

      Hapus
  7. minat yang mendalam.. masih mampu bertahan hingga ke hari ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hay sobat, terima kasih atas kunjungannya, salam kenal ya. Senang sekali atas kunjungan ini.

      Benar minat yang mendalam yang membuat kita mampu bertahan di blogger atau youtube...

      Terima kasih banyak atas kunjungan dan komentarnya yang baik...

      Hapus
  8. yahh sesuai porsi masing-masing aja, kalo sanggup nya salah satu ya ambil blogger atau youtuber, kalo mampu jalanin dua duanya ya no problem

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mas Intan, sesuaikan dengan porsinya, kalau mampu menjalani keduanya kenapa tidak? komentar yang cerdas, terima kasih banyak atas kunjungannya mas...

      Hapus
  9. Menurut hemat saya, jadi blogger dan youtuber itu sama-sama baik. Yang terpenting adalah apa yang kita bagikan bisa bermanfaat bagi pembaca atau penonton konten yang kita bagikan.

    Kalau untuk jadi ajang pamer, jangan deh, lebih baik kita suguhkan yang terbaik aja.

    Demikian menurut pendapat saya bang Martin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes setuju sekali Kang Maman, blogger dan youtuber sama - sama baik dan jauh lebih baik jika mampu menghadirkan konten positif dan bermanfaat untuk orang lain.

      Hehehe kalau saya ada blog yang dibuat untuk itu hehhee tapi dikhususkan untuk kalangan terbatas hehehe...

      Terima kasih sudah menguatkan pendapat saya tentang blog dan youtuber kang Maman. semoga kang selalu sukses dan sehat...

      Hapus