Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bahagia itu sederhana dan caranya pun sederhana: Refleksi Seorang Pelayan Umat

Bahagia itu sederhana dan caranya pun sederhana: Refleksi  Seorang Pelayan Umat
Ibu Dewi dan rekan - rekan pelayanan
Judul tulisan ini bahagia itu sederhana dan caranya pun sederhana. Sebenarnya bukan tulisan yang penuh dengan analisis dan struktur yang harus dipatuhi. Tulisan ini hanyalah ungkapan kebahagiaan saja. Ya saya lagi bahagia, cerita bahagia ini dimulai dari saya terpilih menjadi ketua lingkungan santo Petrus Volker. 


Beberapa bulan setelah saya terpilih ada bantuan dari Keuskupan Agung Jakarta untuk umat Katolik di wilayah gereja keuskupan Jakarta. 


Di sinilah peran aktif seorang ketua lingkungan diuji daya tahan dan kemampuannya melayani umat. Artinya ketua lingkungan yang bersentuhan langsung dengan umat, jadi idealnya dia tahu kondisi umat. 


Bila umatnya dalam kesulitan maka inilah kesempatannya untuk membantu umat. Sebagai ketua lingkungan yang baru, jujur saya tidak terlalu tahu konsep dan mekanisme supaya umat bisa memperoleh bantuan. Jurus bertanya sana - sini sambil bertarung dengan waktu karena kesibukan di tempat kerja.


Singkat cerita, setelah berdarah - darah proposal pun jadi, sekitar jam 12 malam. Saat itu juga saya langsung antar ke Paroki santo Fransiskus Tanjung Priok, karena besoknya harus diserahkan ke keuskupan. 


Jujur sobat saya tidak yakin dengan proposal buatan saya. Maklum seorang pemula, apalagi dibuat pun dengan cara terburu - buru sambil belajar tentunya. Namun satu keyakinan saya "yang penting saya sudah berusaha untuk umat, selebihnya biar Tuhan yang atur" itu penyerahan diri saya.


Sekitar 2 bulan menunggu, sampai saya lupa pernah membuat proposal untuk umat, tiba - tiba telepon berbunyi, "pak Martin bantuan untuk si ... dan si ... dari lingkungan santo Petrus Volker diterima diterima dan uangnya segini" wah bahagia bangat saat itu. Puji Tuhan kerja saya tidak sia-sia, itu kata - kata yang muncul saat itu.


"Apakah bapak bisa ke gereja untuk dibicarakan lebih lanjut soal ini?" kata ibu Rini, salah satu rekan pelayanan saya. "siap bu" jawab saya singkat. Padahal saat itu saya dikejar deadline soal ujian akhir sekolah oleh tim kurikulum. Namun atas nama bahagia kutinggalkan itu semua dan menuju ke gereja santo Fransiskus Xaverius untuk menindaklanjuti kabar bahagia ini.

Jadi sobat, bahagia itu sederhana, caranya buat yang terbaik untuk orang lain maka bahagia akan diperoleh. 

Mengapa demikian karena bahagia itu soal hati, selain bahagia harus diciptakan, hal lainnya adalah bahagia harus diusahakan untuk dikejar. Ini bukan soal uang tetapi tentang kepuasan batin.


  1. Sumber foto: Gempar/Ibu Dewi
  2. Ide tulisan: pengalaman pribadi

12 komentar untuk "Bahagia itu sederhana dan caranya pun sederhana: Refleksi Seorang Pelayan Umat"

  1. Sungguh kegiatan mulia dan diberkati Tuhan, mas.
    Aku salut dengan jiwa sosial mas Martin.
    Tuhan akan melipatgandakan berkah jika kita peduli dengan kekurangan orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin mas Himawan, sedang belajar menjadi pelayan mas, semoga menjadi berkat hehe, terima kasih sudah berkunjung mas, salam.

      Hapus
  2. Saya setuju sekali
    Yang penting sudah bergerak sebaik mungkin
    Dan selanjutnya serahkan kepada Tuhan YME

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju..

      manusia hanya bisa berserah diri pada Tuhan nya

      sisanya berusaha,

      Hapus
    2. Hallo mas Bumi, terima kasih sudah berkunjung mas, setuju mas yang penting coba dulu, hasil akhir serahkan kepada pemiliknya saja hehhe... salam sukses mas.

      Hapus
    3. Mas Intan thanks, setuju kita hanya berusaha selebihnya biar yang maha kuasa yang menentukan, tetap semangat dan selamat berkarya mas, sukses selalu.

      Hapus
  3. Keren mas, menjadi panutan saya untuk bisa melayani Tuhan dari sini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo mas Andrie, salam kenal, terima kasih atas kunjungannya mas. Hehehe sedang belajar mas, mari kita belajar bersama - sama.

      Hapus
  4. Bagus melaksanakan walaupun kurang berlengalaman untuk melaksanakan.
    Ya kebahagiaan boleh diperolehi sekiranya membanru dan memudahkan orang lain.

    P.S: Saya keliru banyak sangat blog dan mana satu saya patut baca. Dalam dashboard saya pun blog Cikgu tidak keluar pos terbaru. Jadi saya komen secara rawak ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terima kasih informasinya sobat, segera diperbaiki. hehe mohon maaf, baik blog ini saja... terima kasih sudah berkunjung. salam hangat dan terus menulis.

      Hapus
  5. bahagia harus diusahakan untuk dikejar, setuju bang Martin
    bagaimanapun indikator bahagia tiap orang beda beda dan cara untuk mencapainya juga beda beda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo mbak Ainun, terima kasih sudah sempatkan diri untuk mampir di blog saya. Setuju indikator bahagia tiap orang berbeda-beda, satu yang sama adalah usahakan bahagia supaya imun tubuh stabil dan terhindar dari beragam penyakit hehee,... salam sehat mbak.

      Hapus