Bersama Clarista Andriyani Siswi SMA Kanaan Jakarta, Semua Karena Doa

Bersama Clarista Andriyani Siswi SMA Kanaan Jakarta, Semua Karena Doa
 Clarista Andriyani
Sopan santun itu identitasnya. Cerdas itu sudah pasti. ‘Heboh’ itu cirinya sebagai remaja. Namun anda tidak akan mendapatkan karakter ini jika tidak akrab dan mengenalnya secara personal. Ia akan menyimpannya sendiri.

Namanya Clarista Andriyani, saat ini bersekolah di SMA Kristen Kanaan Jakarta. Kaka guru menyebutnya gadis Dayak karena ia lahir dan besar di tanah Borneo Kalimantan.

Sosok muda ini tidaklah berbeda dengan anak-anak SMA pada umumnya. Heboh, cerdas, tetapi penuh tanya.
1.   Mengapa? dan
2.   Kok bisa begini?
Di sinilah kesabaran seorang guru benar-benar diuji.

Saya memanggilnya dengan kata, ‘woi’. Sapaan keakraban yang sengaja kaka guru ‘ciptakan’. 

Sobat jangan berpikir itu sapaan yang kurang ajar, tetapi itu cara kaka guru membangun relasi dengan gadis cerdas ini.

Dalam diri remaja yang sangat mengidolakan ibunya ini, ada banyak Karunia yang diberikan Tuhan.
1.   Ada jiwa kepemimpinan,
2.   Kecerdasan intlektual,
3.   dan berbagai kelebihan yang lain.

Kaka guru pastikan itu ada karena pernah membimbing gadis ini;
1.   Dalam club debat di SMA Kanaan Jakarta,
2.   Eskul jurnalistik di SMA Kanaan Jakarta, dan
3.   Sebagai guru di SMA Kanaan Jakarta (dulu).

Dalam relasi sebagai guru dan murid di luar sekolah, kami cukup dekat. Namun untuk ‘menggali’ potensi yang tersembunyi dari gadis ini tidaklah muda. Ia akan memainkan perannya sebagai remaja milenial yang membuatmu kesal. Ini pengalaman pribadi.

Apakah dia kurang ajar? 

Tidak sama sekali. Tetapi sikap misteri dan belum konsisten terhadap suatu proses membuat guru harus memiliki kesabaran tingkat tinggi, dan pendekatan yang tepat untuk ‘mengeluarkan’ potensinya yang tersembunyi.

Pernah kaka guru mempercayakan remaja putri ini untuk mengikuti lomba debat; karena melihat kemajuan yang luar biasa di dalam kelas. Namun dalam proses latihan menuju debat, gadis ini tidak menunjukan hal itu. Hasilnya tidak sesuai dengan kondisi yang kaka guru lihat di dalam kelas.

Ada tanya,
1.   ‘Ada apa dengan gadis ini?’
2.   Mengapa penampilannya tidak sebaik di dalam kelas?

Banyak hal yang menguji sebaran saya sebagai gurunya. Akhirnya kaka guru menyerah dan membiarkan Tuhan yang bekerja. “Tuhan gadis ini punya potensi yang Engkau berikan, jangan buat saya gagal untuk menjadi berkat buat remaja ini”. Kira-kira itulah doa penyerahan kaka guru kepada Tuhan. Selanjutnya kaka guru biarkan Tuhan yang bekerja.

Benar bahwa kekuatan doa bisa mengubah segalanya. Pengalaman kaka guru selama mengajar di SMA Kanaan Jakarta memang menunjukan hal itu. 

Perubahan mungkin bukan pada apa yang guru inginkan tetapi bisa dalam bentuk yang berbeda.
Gadis ini dengan sendirinya mengatur kegiatan perkemahan di Cibubur Jawa Barat dengan sangat baik. Dia mengatur beberapa temannya untuk mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan tersebut.

Semua dalam kendalinya, padahal saat itu kondisi fisiknya dalam keadaan kurang sehat. “Ah tidak apa-apa pak, saya baik-baik saja” itu jawaban remaja putri kelahiran Agustus ini kepada kaka guru.

Sangat membanggakan mengalami proses belajar dan mengajar semacam ini bersama Clarista Andriyani siswi SMA Kanaan Jakarta.

1.  Guru hebat ialah guru yang tidak hanya mengajar, tetapi guru yang juga belajar dari muridnya.

2.  Guru yang melihat masalah siswa dari ‘kaca mata’ siswa.

Mohon maaf tidak bermaksud untuk menggurui, melainkan pandangan pribadi yang diperoleh dari pengalaman bersama murid di sekolah.

Sobat muda sekalian. 

Melalui pengalaman kaka guru bersama Clarsita Andriyani, siswi kelas XI IPA SMA Kanaan Jakarta di atas; ada dua hal yang bisa kita pelajari dalam hidup.

Pertama tidak ada yang mustahil bagi Tuhan
Bagi manusia tidak mungkin namun bagi Tuhan semuanya menjadi mungkin, asalkan percaya dan berdoa.

Pelajarannya adalah berdoa dan bekerja, ora et labora.


Lakukan 100 % buat Tuhan bukan untuk manusia; maka lihatlah berkat Tuhan atas dirmu.
1.   Kaka guru menulis tentang Tuhan bukan karena kudus apalagi suci.
2.   Bukan untuk mengajari apalagi menggurui para guru yang hebat, tetapi hanya sekedar berbagai bahwa kasih Tuhan itu nyata jika kita berdoa dengan tulus hati dan penuh penyerahan kepada-Nya.

Menjadi guru itu sulit namun sangat membahagiakan
Menjadi guru semua orang bisa, namun menjadi guru yang mengubah cara pandang belum tentu semua guru mampu melakukannya.

Mengapa?

Karena guru menghadapi siswa-siswi yang memiliki pandangan dan pemikirannya sendiri. Bukan benda mati yang bisa dipindahkan sesuka hati oleh seorang guru. Oleh karena itu, selain berdoa guru butuh strategis yang tepat untuk melakukan pendekatan kepada siswa-siswi di sekolah.

Strategi yang paling tepat adalah dengan ‘membiarkan’ siswa tersebut berkembang dengan sendirinya. Ulasan lengkapnya baca 7 Cara membuat guru bahagia dan murid senang mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.

Setelah membaca dan menerapkannya di sekolah maka percayalah kebahagiaan itu milik guru yang membiarkan siswanya berkembang dengan sendirinya.

Kesimpulan:
1.   Tidak ada kesulitan yang tidak bisa diselesaikan. Semua tantangan selalu ada jalan keluar, kuncinya hanya terus berusaha dan berdoa. 

Jangan menyerah!.


2.   Saat segala strategi dan pendekatan kepada siswa-siswi di sekolah gagal maka jangan kecewa bapak dan ibu guru. Percayalah perubahan membutuhkan proses dan cara yang berbeda. Namun yakinlah muridmu pasti berubah dan menjadi lebih baik.

Perubahan mungkin bukan hari ini, tetapi percayalah mereka pasti menjadi lebih baik. 

Doakan saja! 


Demikian pengalaman kaka guru bersama Clarsita Andriyani siswi SMA Kanaan Jakarta; dan pandangan subjektif kaka guru tetang dunia pendidikan dan profesi guru.

Jangan lupa baca pengalaman kaka guru bersama Wei You Tung siswi SMA Kanaan Jakarta. Gadis Taiwan ini akan mengajari kita bagaimana seharusnya menjadi Indonesia.

Catatan:

Tulisan ini diperbaharui kembali pada tanggal 17 Januari 2019, sebelumnya berjudul Clarsita Andriyani siswi SMA Kanaan Jakarta yang paling menguji kesabaranku sebagai guru.

Belum ada Komentar untuk "Bersama Clarista Andriyani Siswi SMA Kanaan Jakarta, Semua Karena Doa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Themeindie.com