Google AdSense

3 Hal yang Diatur oleh Moderator dalam Diskusi

3 Hal yang Diatur oleh Moderator dalam Diskusi
Guru - guru SMA Kanaan Jakarta
Diskusi adalah suatu pembicaraan yang teratur antara sekelompok orang untuk mencapai kesepakatan bersama.

Letak keteraturannya karena diatur oleh seorang moderator. Hal-hal yang diatur oleh moderator adalah sebagai berikut:

Memastikan waktu mulai dan berakhir.
Kegiatan diskusi tentunya sangat menarik. Semua peserta akan memberikan pendapatnya masing-masing, sesuai dengan topik yang dibahas. 

Kesepakatan bersama kemungkinan tidak akan terjadi jika moderator tidak bisa mengatur waktu dalam diskusi. Oleh karena itu, diperlukan kepiwaian seorang moderator dalam mengatur jalannya diksui agar tujuan tercapai.

Contoh:
Diskusi kita tentang peran guru Bahasa Indonesia dalam pengembangan literasi nasional dimulai pada pukul 07.00 WIB dan akan berakhir pada pukul 10.00 WIB. Fokus diskusi kali ini ialah mencari solusi dalam pengembangan literasi nasional di sekolah.

Mempersilakan pemateri atau penyaji untuk menyampaikan materinya.
Sobat muda, bisa bayangkan bagaimana jadinya jika dalam diskusi ada tiga orang pemateri yang belum saling mengenal. Dipersatukan dalam forum diskusi, siapakah yang akan memulai duluan?.

Kegiatan diskusi pastinya menjadi kurang menarik bagai pemateri atau pun penyaji. Oleh karena itu, diperlukan seorang moderator untuk mempersilahkan pemateri untuk menyampaikan materinya.

Contoh:
Selanjutnya dipersilakan kepada Martin Karakabu, kepala balai Bahasa Indonesia UPT Jakarta pusat untuk menyampaikan materi, waktu anda dimulai dari sekarang.  

Mengatur sesi tanya jawab.
Sangat penting untuk mengatur sesi tanya jawab dalam diskusi. Selain untuk menciptakan diskusi yang teratur; tujuan lainnya ialah agar agar pembicaraan menjadi singkat, padat, dan terarah.

Berikut contoh mengatur sesi tanya jawab dalam diskusi.
Selanjutnya dibuka sesi tanya jawab. Sesi pertama dipersilakan 3 orang penanya.

Sebelum bertanya silahkan sebutkan nama dan dari instansi mana, kemudian mohon pertanyaannya singkat, padat dan jelas.

Jadi hal-hal yang diatur oleh seorang moderator dalam diskusi ialah waktu, pemateri, sesi tanya jawab. Tujuannya untuk menciptakan diskusi yang teratur sehingga kesepakatan bersama bisa tercapai.

Demikian penjelasan kaka guru tentang 3 Hal yang diatur oleh moderator dalam diskusi.

Kaka guru berharap penjelasan sederhana dan disertai dengan contoh kongkrit di atas, bisa membantu sobat muda sekalian untuk memahami peran dan tugas pemateri, moderator, dan peserta dalam diskusi.

Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Itu yang Bagaimana?

Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Itu yang Bagaimana?
Admin blog bersama siswa-siswi SMTK Bethel Jakarta
Sobat muda hari ini kita akan belajar tentang penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setelah pelajaran ini berakhir, kaka guru berharap sobat semua paham;
1.   Bahasa Indonesia yang benar itu seperti apa? dan
2.   Bahasa Indonesia yang baik itu seperti apa?.

Bahasa Indonesia yang Benar
Bahasa Indonesia yang benar apabila sesuai dengan konteks, atau situasi yang kita dihadapi.

Contoh:
Si Martin adalah mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia di salah satu Universitas di kota. Suatu saat yang bersangkutan pergi berlibur ke desa, dan bertemu dengan orang-orang desa; yang kemampuan Bahasa Indonesianya sangat kurang. 

Berikut komunikasi si Martin dengan orang desa.

Si Martin :
Selamat siang saudara-saudari yang saya hormati, hari kita akan membahas fenomena-fenomena sosial yang terjadi di desa ini…..

Sobat muda, berbicara kepada masyarakat desa yang kurang menguasai Bahasa Indonesia dengan baik; apa yang disampaikan si Martin di atas itu salah.

Kesalahannya terletak pada cara menggunakan Bahasa Indonesia.

Kaka guru yang benar seperti apa?
Bahasa Indonesia yang benar apabila sesuai dengan konteks. Maksudnya si pembicara (Martin) paham dengan siapa dia berbicara dan dalam situasi apa?

Ilustrasi di atas, kaka guru temukan 3 kondisi sebagai berikut:
1.   Orang desa.
2.   Kemampuan Bahasa Indonesia kurang.
3.   Kondisinya tidak formal.

Komunikasi yang baik sesuai dengan konteks di atas maka seharusnya unsur etnografi dimasukan pada saat berkomunikasi dengan warga.

Contoh:
Punten bapak dan ibu, hari kita akan musyawarahkan secara bersama – sama, mengenai keadaan yang terjadi di desa ini.

Sobat muda, ini yang benar.

Mengapa benar?

Benar karena sesuai dengan konteks dan si pembicara tahu dengan siapa yang bersangkutan berbicara.
1.   Konteksnya desa,
2.   Lawan bicaranya adalah orang-orang desa yang tidak memahami Bahasa Indonesia secara baik.

Contoh di atas menjadi sangat komunikatif karena masyarakat merasa disapa dan dekat (secara emosional).

Faktor yang membuat dekat adalah kata punten (etnografi budaya). Selain itu, si pembicara tahu bahwa lawan bicaranya adalah orang-orang desa yang kemampuan Bahasa Indonesianya kurang; sehingga si pembicara menggunakan pilihan kata yang sederhana, seperti mengenai keadaan yang terjadi.
1.   Pilihan kata “keadaan yang terjadi” lebih bisa dipahami daripada menggunakan Bahasa Indonesia baku;
2.   Seperti “fenomena-fenomena sosial yang terjadi”.

Jadi sobat muda sekalian, Bahasa Indonesia dikatakan benar apabila;
1.   Si pembicara tahu dengan siapa dia berbicara dan dalam situasi apa.
2.   Setelah tahu maka menyesuaikan dengan lawan bicara dan kondisi yang ada.

Itulah yang disebut penggunaan Bahasa Indonesia yang benar.

Benar karena si pembicara tahu dengan siapa yang bersangkutan berbicara dan dalam situasi apa.

Contoh lain.
1.   Karakabu adalah putra kesayangan Bupati Detunglikong, Kabupaten Maumere, Flores NTT.
2.   Sangat dimanja oleh bapaknya (Bupati Detunglikong).
3.   Suatu saat si Karakabu pergi ke kantor bupati (menemui ayahnya).
4.   Kondisi ayahnya sedang rapat dengan SKPD yang lain.

Sobat muda ilustasi dari nomor 1 sampai 4, penggunaan Bahasa Indonesia dikatakan benar, apabila si Karakabu dan Bupati Detunglikong (ayahnya Karakabu) berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia baku.

Mengapa karena situasinya formal dan ayahnya (Karakabu) adalah seorang bupati yang sedang berdinas.

Beda kalau situasinya lagi liburan bersama keluarga di tempat rekreasi.
Jika si Karakabu bicara seperti ini,

“maaf bapak bupati, bisakah anda membelikan saya kue itu”.

Ini penggunaan Bahasa Indonesia yang salah; selain tidak komunikatif, juga memberi kesan ‘aneh’; walaupun secara lingguistik (ilmu bahasa) apa yang disampaikan benar.

Kesimpulan
Bahasa Indonesia dikatakan benar apabila disesuaikan dengan konteks; dengan siapa kita berbicara dan dalam situasi apa.

Bahasa Indonesia yang Baik
Bahasa Indonesia dikatakan baik apabila sesuai dengan kaidah baku Bahasa Indonesia. Ini biasanya digunakan dalam ragam tulis formal, seperti makalah, skrips, tesis, atau disertase.
1.   Dalam satu paragraf harus mengandung 5 – 7 kalimat.
2.   Setiap paragraf harus mengandung satu kalimat utama.
3.   Harus patuh pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
4.   Mengawali paragraf harus 7 ketukan ke dalam, dan lain sebagainya.

Sebagai refrensi tambahan sobat muda bisa baca postingan kaka guru yang berjudul;
Bagaimana dengan penulisan di blog kaka guru?
Penulisan di blog merupakan perpaduan antara penggunaan Bahasa Indonesia yang benar (ragam lisan) dan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik pada ragam tulis.
Maksudnya ialah sobat muda menulis di blog jangan seperti saat kalian menulis skripsi, tetapi disesuaikan dengan pembacamu.
Contoh blog kaka guru (blog ini) isinya tentang pelajaran Bahasa Indonesia.

Seharusnya menggunakan Bahasa Indonesia baku karena membahas seputar pelajaranan Bahasa Indonesia.

Itu idealnya,

pemahaman seperti itu hadir karena guru Bahasa Indonesia di sekolah selalu katakana “hay gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar anak-anak”.

Setelah itu tidak ada penjelasan lebih lanjut, baik itu seperti apa dan contohnya bagaimana?

Akhirnya siswa – siswi menulis di blog dengan gaya seperti ini.

Saudara dan saudari sekalian, berikut ini adalah langkah-langkah mematikan computer. Langkah pertama berdiri dari kursi atau tempat duduk saudara, Langkah kedua saudara menekan tombol of di computer. Langkah ketiga keluarkan kabel cas yang menembel pada dinding atau arus listrik yang disedikan. Demikian saudara dan saudari sekalian 3 langkah mematikan computer.

Di atas adalah contoh tulisan yang diajarkan oleh guru Bahasa Indonesia di sekolah.
1.   Paragraf harus tujuh ketukan.
2.   Satu paragraf harus minimal mengandung 5 kalimat, dengan komposisi 1 kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas.
3.   Setiap akhir kalimat harus ada tanda titik, dan lain-lain.

Sobat semua yang dikatakan guru Bahasa Indonesia itu benar; jika ditinjau dari ilmu lingguistik. Namun di sisi yang lain perlu sobat muda pahami juga bahwa bahasa adalah alat komunikasi.

Komunikasi tidak akan dipahami jika cara menyampaikan tidak disesuai dengan kemampuan kongnitif maupun psikis dari lawan bicara.

Bisa juga dipahami tetapi lawan bicara tidak akan tertarik karena yang disampaikan terasa kaku dan membingungkan.Oleh karena itu, dengan memahami target, lawan bicara, atau pun pembaca (misalnya pembaca blog) maka gaya penulisan pun harus disesuaikan.

Sebagai contoh.
Blog ini, target pembacanya adalah pelajar SMP dan SMA. Apabila kaka guru menggunakan gaya penulisan seperti ini maka dapat dipastikan siswa tidak akan betah membaca karena bosan.

Saudara dan saudari sekalian, berikut ini adalah langkah-langkah mematikan computer. Langkah pertama berdiri dari kursi atau tempat duduk saudara, Langkah kedua saudara menekan tombol of di computer. Langkah ketiga keluarkan kabel cas yang menembel pada dinding atau arus listrik yang disedikan. Demikian saudara dan saudari sekalian 3 langkah mematikan computer.

Supaya tidak bosan kaka guru ganti seperti ini.  

Sobat muda, berikut ini 3 langkah praktis mematikan komputer.
1.   Berdiri dan berjalan menuju komputer.
2.      Tekan tombol of pada komputer.Cabut cas dan selesai.
Demikian 3 cara mudah mematikan komputer.

Mana yang lebih muda dipahami?

Percuma menyiapkan materi bagus tetapi pembaca tidak bisa mempraktikan karena tidak mengerti dengan apa yang ditulis.

Apakah kegiatan belajar mengajar dikatakan berhasil jika hal seperti itu terjadi?

Jadi intinya penulisan di blog adalah perpaduan antara penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
1.   Baik apabila tulisan kita dipahami oleh pembaca dan yang bersangkutan bisa melaksanakannya.
2.   Benar apabila si blogger bisa menganalisis pembacanya siapa, kemudian menggemas gaya sesuai selera pembaca.

Demikian penjelasan tentang cara menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di sekolah.

Penutup
1.   Bahasa Indonesia dikatakan benar apabila sesuai dengan konteks, dengan siapa kita berbicara dan dalam situasi apa.
2.   Bahasa Indonesia dikatakan baik apabila sesuai dengan EYD dalam Bahasa Indonesia.
3.   Penulisan di blog, idealnya menyesuaikan antara penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Supaya tulisan tidak membosankan dan bisa dipahami oleh pembaca.
Bahasa adalah alat komunikasi, komunikasi tidak bisa dikatakan berhasil apabila apa yang disampaikan (secara lisan dan tulisan) membosankan, kaku, dan tidak bisa dipahami oleh pembaca.

Peran dan Tugas Pemateri, Moderator, Notulis, dan Peserta dalam Diskusi.

Peran dan Tugas Pemateri, Moderator, Notulis, dan Peserta dalam Diskusi.
Sobat muda sekalian saat ini kita akan berbicara tentang diskusi. Setelah pelajaran ini berakhir saya berharap sobat sekalian dapat memahami hal-hal sebagai berikut;
  • Tahu siapa saja yang terlibat dalam diskusi.
  • Tahu peran dan tugas dalam dikusi.

Sobat muda apa itu diskusi?
Dilansir dari wikipedia diskusi dimaknai sebagai interaksi komunikasi antara individu atau pun kelompok tentang suatu topik; tujuaannya untuk menghasilkan suatu pemahaman yang sama antara peserta diskusi. 

Semantara itu, Moh. Uzer Usman dalam bukunya yang berjudul Strategi pembelajaran mengatakan; diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur antara peserta diskusi untuk menghasilkan suatu kesimpulan yang sama. 
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa diskusi adalah interaksi komunikasi antara individu atau kelompok tentang suatu topik sampai pada suatu kesimpulan yang sama.

Siapa saja yang terlibat dalam diskusi?
Yang terlibat di dalam diskusi adalah pemateri, moderator, notulis, dan peserta.

Apa Saja Tugas Mereka?
Saya akan menjelaskan satu persatu;

Pemateri
Berperan sebagai penyampai materi (topik) yang dibahas.

Tugasnya adalah sebagai berikut:
1.    Menyampaikan materi sesuai dengan topik yang dibahas. Misalnya topik yang dibahas adalah Bahasa Indonesia maka tugasnya menyampaikan materi seputar EYD, Komunikasi, tips belajar Bahasa Indonesia yang menyenangkan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan topik.
2.    Menjawab pertanyaan dari peserta diskusi.

Moderator
Peran moderator sebagai pengatur jalannya diskusi.

Tugasnya adalah sebagai berikut:
1.    Membuka atau memulai diskusi. Biasanya dengan kata-kata pembuka seperti selamat siang, salam sejatera.....

2.    Menjelaskan topik diskusi dan aturan-aturan dalam diskusi. Contoh ‘bapak-ibu, saudara-saudari, dan seluruh hadirin yang berbahagia. Diskusi kita siang hari ini dengan topik.....(sebutkan topiknya); Hadirin sekalian sebelum kita memulai diskusi pada siang hari ini, izinkan saya untuk membacakan (menjelaskan) aturan-aturan dalam diskusi agar pembicaraan kita teratur. Pertama..... (bacakan atau jelaskan aturannya).

3.    Memperkenalkan pemateri. Contoh “demikian aturan-aturan yang harus kita taati bersama agar pembicaraan kita siang hari ini menghasilkan sesuatu yang berguna; Selanjutnya saya serahkan kepada bapak,....(disesuaikan dengan situasi dan kondisi, Catatan: jangan lupa di bagian akhir sebutkan nama); untuk menyampaikan (membawakan) materi disksui. Namun sebelum itu izinkan saya memperkenalkan riwayat pendidikan narasumber kita pada siang hari ini........(memperkenalkan narasumber dan jelaskan latar belakang pendidikannya).

4.    Mengatur jalannya diskusi. Bisasnya setelah pemateri selesai menyampaikan materi maka selanjutnya akan ada sesi tanya jawab. Bagian inilah modertor bertugas mengatur jalannya diskusi. Contoh “terima kasih bapak.... yang telah menyampaikan materi dengan sangat baik; hadirin sekalian, selanjutnya kita akan masuk pada sesi tanya jawab. Sesi pertama saya buka untuk empat orang penanya. “Silahkan berdiri dan sebutkan nama, kemudian langsung pada pertanyaan”. demikian seterusnya sampai sesi tanya jawab berakhir.

5.    Mempersilakan notulen untuk membacakan kesimpulan. Contoh “hadirin sekalian, rangkaian diskusi kita siang hari ini telah selesai. Selanjutnya saya persilahkan notulen untuk membacakan kesimpulannya.

6.    Menutup diskusi (permintaan maaf dan terima kasih), contoh bapak-ibu, saudara-saudari, dan seluruh hadirin. Demikian rangkaian diskusi kita pada siang hari ini. Mohon maaf jika terdapat kekurangan atau pun tutur kata yang tidak berkenan, atas perhatian dan kerja sama dari seluruh peserta, panitia, dan siapa saja yang terlibat dalam diskusi ini; atas nama panitia pelaksana saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya.          

Notulis
Berperan sebagai penulis poin-poin penting dalam diskusi

Tugasnya adalah sebagai berikut:
1.    Mencatat poin-poin penting dalam diskusi.
2.    Membacakan kesimpulan hasil diskusi.

Peserta
Berperan sebagai pendengar aktif dan kritis.

Tugasnya adalah sebagai berikut
1.    Bertanya,
2.    Memberi sanggahan dan argumentasi yang logis,
3.    Mencatat hasil diskusi sebagai dokumentasi pribadi.

Demikian peran dan tugas pemateri, moderator, notulis, dan peserta dalam diskusi. Saya harap setelah pelajaran ini berakhir, sobat muda semua bisa mempraktikannya di depan kelas maupun di tengah-tengah masyarakat.

Catatan Tambahan
Pemateri disebut juga penyaji. Apakah sama peran keduanya?. Jawabannya bisa iya bisa juga tidak. 

Simak penjelasan berikut ini.
  •  Sama karena sama-sama menyampaikan materi kepada pendengar atau peserta.
  • Beda karena pemateri adalah seseorang yang mengambil materi dari berbagai sumber, diolah, kemudian disampaikan kepada peserta diskusi sebagai suatu materi (bahan) untuk didiskusikan. Contoh seorang guru Bahasa Indonesia menyampaikan materi tentang berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Nah sebelum menyampaikan materi tersebut, idealnya guru tersebut sudah mencari di berbagai literatur yang terkait dengan topik. Sedangkan penyaji adalah orang yang benar-benar ahli di bidangnya. Contoh Goris Keraf, ahli tata Bahasa Indonesia. Saat menyampaikan materi yang bersangkutan tidak perlu mencari di berbagai literatur yang terkait, tetapi langsung menjelaskan hasil penelitiannya di depan peserta diskusi. Jadi kesimpulannya penyaji itu ahli sedangkan pemateri belum bisa dikatakan ahli.
  • Pemateri bisa lebih dari satu sedangkan penyaji adalah satu-satunya.



Jakarta, 28 Juli 2018


*Martin Karakabu*



Baca juga: 
50 Jawaban Mengapa dalam diskusi harus ada hal-hal berikut, ini jawabannya