Penjelasan Lengkap, Disertai dengan Contoh Tugas Pembicara Pertama Tim Pro dan Kontra dalam Debat Parlemen Asia

Penjelasan Lengkap, Disertai dengan Contoh Tugas Pembicara Pertama Tim Pro dan Kontra dalam Debat Parlemen Asia oleh Martin Karakabu guru Bahasa Indonesia SMA Kanaan Jakarta dan SMTK Bethel Jakarta
Ini adalah artikel lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang konsep dan fungsi pembicara 1, 2, dan 3 dalam debat parlemen Asia.

Saya sarankan baca terlebih dahulu tulisan pertama (lihat di sini); supaya pemahaman sobat lebih komprehensif.

Jika sudah membaca maka kita mulai membahas bagian kedua tentang debat parlemen Asia, dari aspek teoritis terlebih dahulu.

Dalam debat parlemen asia, terdapat dua tim yang berlomba, yaitu tim prodan tim kontraSatu tim terdiri dari tiga orang.
1. Pembicara satu,
2. Pembicara dua, dan
3. Pembicara tiga.

Dalam berbagai buku bahasa Indonesia disebut tim pemerintahan dan tim oposisi. Intinya sama yakni tim yang mendukung mosi dan tim yang tidak mendukung mosi.

Apa saja tugas pembicara pertam?.

Tugas pertama pembicara 1 tim pro ada 4.
1. Memberi salam dan menyapa.
2. Memperkenalkan diri sekaligus menjelaskan tugas masih masing pembicara.
3. Mendefinisikan mosi dan batasan argumentasi.
4. Berargumentasi.

Kita akan bahas satu persatu

Pertama memberi salam dan sapa


Contoh


selamat siang dan salam sejatera. Hadirin dan dewan juru yang terhormat.

Penjelasan 

selamat siang dan salam sejatera adalah salam. sedangkan hadirin dan dewan juri yang terhormat adalah sapa.

Kedua memperkenalkan diri dan menjelaskan tugas masing- masing pembicara


Contoh


Kami dari SMTK Bethel Jakarta. saya Agung sebagai pembicara pertama. Tugas saya adalah mendefinisikan mosi, memberi batasan mosi yang diperdebatkan, dan memberi dasar argumentasi.


Pembicara kedua rekan saya Maikel, bertugas sebagai penyanggah argumentasi tim lawan dan menguatkan argumentasi tim kami.


Pembicara ketiga saudari Nita. Tugasnya menyimpulkan kembali seluruh argumentasi dari tim kami.

Ketiga mendefinisikan mosi dan memberi batas argumentasi

Contoh


Dewan juri dan hadirin sekalian.

Mosi kita pada kesempatan ini adalah siswa SMK tidak membutuhan pelajaran Bahasa Indonesia.

Mosi tersebut mengandung dua kata kunci yakni siswa dan pelajaran.

Siswa adalah sekelompok anak muda yang sedang mengenyam pendidikan formal di bangku pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan.

Jadi batasan yang kami berikan adalah siswa yang mengenyam pendidikan formal dan berada di jenjang SMK. 

Apabila tim lawan berargumentasi di luar dari pendidikan formal kami tidak akan menanggapi karena itu di luar dari topik debat; dan apabila pendidikan formal yang dimaksud dimaknai sebagai seluruh siswa-siswi, mulai dari SD sampai SMK kami pun tidak akan menanggapi sebab batasan mosi kami adalah siswa SMK.

Keempat berargumentasi

Contoh


Dewan juri dan hadirin sekalian.

Kami sangat mendukung mosi ini. Ada dua alasan utama kami mendukung mosi ini. Namun sebelum itu izinkan kami menyampaikan pernyataan berikut.

Siswa SMK memang tidak membutuhkan pelajaran Bahasa Indonesia. tetapi mereka tetap memerlukannya. 

Hadirin dan dewan juri sekalian penjelasannya sebagai berikut.

Siswa SMK memang tidak memerlukan keterampilan bahasa Indonesia karena mereka dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja. Bukan untuk menulis skripsi saat kuliah. Atau pun harus menguasai keterampilan berbicara supaya bisa mempresentasekan hasil skripsi dengan baik di hadapan dosen. 

Jadi pernyataan kami sebelumnya tentang tidak membutuhkan namun memerlukan; maksudnya adalah siswa SMK tidak membutuhkan aspek teoritis penggunaan  Bahasa Indonesia baku, melainkan hanya membutuhkan pemahaman praktis, “dengan siapa ia berbicara dan dalam situasi apa”.

Hal ini penting bagi mereka karena mereka berkomunikasi pada ranah praktis bukan akademisi.
***
Bagian ini kami meyakini tim lawan akan menanggapi dengan mengatakan memerlukan sama maknanya dengan membutuhkan.

Itu artinya adalah siswa SMK membutuhkan Bahasa Indonesia.

Jika pemahamannya demikian maka kami tim pemerintah dengan tegas mengatakan Itu Salah.

Ada pun dasar argumentasinya adalah sebagai berikut.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata perlu berarti suatu keharusan. Pemaknaan yang pertama. Sedangkan butuh dimaknai sebagai suatu saat memerlukannya.

Konsep ini berarti siswa SMK memerlukan Bahasa Indonesia untuk komunikasi praktis tetapi mereka tidak memerlukannya pada tataran teoritis sebagaimana telah diuraikan pada bagian terdahulu yakni tentang menulis skripsi. 

Dewan juri dan hadirin sekalian,

Mengapa demikian?

Jawabannya adalah siswa SMK tidak membutuhkan Bahasa Indonesia karena mereka disiapkan untuk memasuki dunia kerja.

Jika dunia kerja maka aspek teoritis seperti Bahasa harus baku dan lain sebagainya tidak diperlukan lagi; sebab yang dibutuhkan mereka hanyalah tahu dengan siapa dia berbicara dan dalam situasi apa.

Jadi Bahasa Indonesia tidak perlu dipelajari lagi oleh siswa SMK karena sejak kecil bahasa pengantar dalam komunikasi di Indonesia adalah Bahasa Indonesia. 

Dewan juri dan hadirin sekalian demikian pemaparan dari kami tim pemerintahan. Selanjutnya saya kembalikan kepada moderator.
Demikian contoh argumentasi pembicara pertama dalam lomba debat parlemen asia.
***
Selanjutnya bagaiman cara pembicara 1 tim kontra menjawabnya?

Silakan baca lebih lanjut.

Jika sobat berhenti di sini bisa jadi tidak akan paham keseluruhan substansi debat parlemen Asia yang sebenarnya. 

Lanjut ya.
Tugas pembicara pertama tim kontra, 90 % sama dengan pembicara pertama tim pro; yakni sapa salam.
Contohnya bisa lihat di atas, 
Perkenalan diri dan tim (termasuk asal sekolah) masih sama.
Bedanya adalah tim pro mendefinisikan mosi dan membuat parameter, sedang pembicara pertama tim kontra menanggapi dan membangun kontruksi berpikir yang menentang argumentasi tim pemerintah...

Contoh

Pembicara Pertama Tim Kontra


Terima kasih saudari moderator... 

Dewan juri dan hadirin sekalian. selamat pagi dan salam sejatera.

Perkenalkan kami dari SMA Kanaan Jakarta.

Saya Anton sebagai pembicara pertama tim kontra.

Tugas saya menanggapi argumentasi tim lawan dan membangun argumentasi baru sesai dengan kontruksi berpikir tim oposisi.

Sebelah kiri (kanaan) saya saudari Angel sebagai pembicara kedua.

Tugasnya menanggapi kembali argumentasi tim lawan, kemudian menguatkan argumentasi tim kami dengan fakta-fakta yang kongkrit.

Paling ujung saudara Tomas, selaku pembicara ketiga tim kontra.

Tugasnya menanggapi argumentai tim lawan, jika ada hal-hal yang belum dijelaskan atau belum ditanggapi oleh pembicara pertama dan kedua tim oposisi.

Kemudian merangkum keseluruhan argumentasi tim kami pada pernyataan penutup.

Hadirin dan dewan juri yang terhormat.

Ada dua hal yang dinyatakan oleh pembicara pertama tim pemerintah perlu diluruskan kembali agar tidak menyesatkan.
1. Pernyataan tentang kata butuh dan memerlukan, dan
2. Pernyataan tentang Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantarsehingga tidak perlu belajar juga sudah tahu.

Kira kira seperti itu pemaknaanya.

Dewan juri dan hadirin sekalian kami akan menanggpi satu persatu pernyataan tersebut.

Pertama soal kata butuh dan memerlukan

saya tidak tahu sumber rujukan yang disampaikan oleh pembicara pertama tim pemerintahan, sehingga mengatakan butuh artinya harus karena memerlukannya semantar memerlukan artinya bisa menunda.

Jika merujuk pada kamus besar IBI yang merupakan penyempuraan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Kata butuh bermakna suatu saat yang artinya bisa ditunda semantara kata harus adalah sesuatu yang segera dilakukan karena mendesak sifatnya.

Berdasarkan uraian tersebut maka dengan tegas kami katakan pernyataan tim pemerintah salah dan menyesatkan karena terbalik penjelasannya. seharusnya seperti yang saya jelaskan.

Hadirin dan dewan juri yang terhormat. 

Jika meragukan pernayatan saya, silahkan ambil gadjet masing masing dan lihat makna dari dua kata yang diperdebatkan ini pada IBI.
Di situ anda akan temukan pernyataan yang sama seperti yang saya jelaskan.

Terbalik atau salah jika merujuk pada penjelasan tim pemerintah melalui pembicara pertama.

Kedua soal Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, yang artinya tidak belajarpun sudah tahu karena sering digunakan 

Jika kontruksi berpikirnya seperti ini maka pertanyaan retoris yang kami ajukan sebagai berikut:
1.    Untuk apa ada pelajaran Bahasa Indonensia di sekolah?
2.    Untuk apa ada guru Bahasa Indonesia, dan
3.    Untuk apa tim penerintahan belajar Bahasa Indonessia?

Hadirin sekalian,

Mari kita rajut kembali pernyataan yang menyesatkan ini.

Pertama kedudukan Bahasa Indonesia bukan saja sebagai bahasa pengantar, tetapi juga berfungsi sebagai bahasa nasional.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional maka fungsinya sebagai bahasa formal di sekolah-sekolah, termasuk di SMK. Oleh karena itu, sangat penting untuk dipelajari dan dilestarilan oleh generasi mudanya.

Itu berarti Bahasa Indonesia harus digunakan di sekolah sekolah formal. Termasuk di SMK.

Apabila tim pemerintah hanya menganggapnya sebagai bahasa pengantar maka bisa kami maknai sebagai pemahaman yang tidak komprehensif; sebab mengabaikan kedudukan Bahsa Indonesia sebagai bahasa nasional. 

Oleh karena itu, kami tim oposisi dengan tegas menolak mosi ini dan tetap mendukung adanya penggunaan pelajaran Bahasa Indonesia di SMK; karena kedudukannya sebagai bahasa nasional.

Dewan juri dan hadirin sekalian, 
Demikian argumentasi kami, selanjutnya kami kembalikan kepada moderator.
***
Jangan lupa baca: 

Contoh Pembicara Pertama Tim Pro dalam Lomba Debat Bertema Ekonomi dan Pendidikan

Bagaimana argumentasi balasan dari tim pro nantikan ulasan berikutnya?.

Belum ada Komentar untuk "Penjelasan Lengkap, Disertai dengan Contoh Tugas Pembicara Pertama Tim Pro dan Kontra dalam Debat Parlemen Asia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Themeindie.com