Grace Elisabet Siswi SMA Kanaan Jakarta: “Bicara Supaya Saya Tahu, Jangan Diam Saja”

Grace Elisabet Siswi SMA Kanaan Jakarta: “Bicara Supaya Saya Tahu, Jangan Diam Saja”
Sobat judul di atas, sepertinya ‘agak aneh’, saya harap sobat sekalian baca sampai selesai supaya tidak gagal paham.

Saya adalah seorang guru kampung yang menerapkan teknik mengajar soften, teknik mengajar jenis ini ada 6 trik yang harus dilakukan oleh seorang guru, jika ingin siswanya inovatif dan kreatif.

Berhubung tulisan ini tidak membahas tentang tips mengajar maka kaka guru hanya sekilas saja menjelaskan teknik soften.

Soften adalah teknik dagang yang bisa juga diterapkan dalam dunia pendidikan. Teknik soften ada satu bagian yang disebut open gesture atau bersikap terbuka.  

Sobat muda!

Yang kaka guru maksud dengan open gesture adalah bersikap terbuka terhadap materi yang yang diajarkan (jika guru salah katakan salah).

Termasuk bersikap terbuka terhadap kritikan murid untuk memperbaiki apa yang kurang dalam mengajar.

Menerapkan teknik soften pada seorang Grace Elisabeth siswi kelas XII SMA Kanaan Jakarta ini, sempat membuat saya kaget.

“Kalau memang saya salah, bapak bicara saja”. “Jangan diam-diam karena saya tidak tahu kesalahan saya apa”

Itu kata sobat kita yang satu ini kepada kaka guru, saat kaka guru mengajar di SMA Kanaan Jakarta dan menjadi wali kelasnya.

Gadis hitam manis yang suka baca novel ini menurut kaka guru termasuk anak yang kritis dan apa adanya.

Bukan ada apanya.

Peristiwa itu membuat kaka guru banyak belajar, terutama belajar untuk melihat ke dalam diri.
1.   Sudah benarkah ini,
2.   Sudah layakkah saya menjadi guru,
3.   Anak-anak mengerti atau tidak materi yang saya ajarkan,

Seorang guru hebat sekali pun pastinya bingung dan bisa jadi stres jika muridnya hanya diam.

Hal yang sama berlaku bagi siswa, siswa tidak akan tahu letak kesalahannya dimana jika guru mendiamkan siswa-siswi yang mungkin dianggap telah menyakiti guru tersebut.

Apa yang dilakukan Grace Elisabet membuat saya sadar bahwa kami memiliki karakter yang sama.

Jika salah maka katakan salahnya di bagian mana?

Itu yang kaka guru harapkan, termasuk tulisan-tulisan dalam blog ini.

Hal yang sama diharapkan oleh Grace Elisabeth; 

Tegurlah bila itu salah.

Sampaikanlah bila itu tidak berkenan.

Bukan untuk menyakiti, namun lebih pada memperbaiki agar menjadi lebih baik. 


Kaka guru maupun Grace Elisabet sadar kalau tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini.

Apabila yang disampaikan tidak sesuai maka mari kita komunikasikan, untuk menemukan kata sepakat yang saling menguntungkan satu sama lain.

Sobat muda, dari sobat kita Grace Elisabet kita seharusnya belajar tentang dua hal.
1.   Komunikasi,
2.   Katakan sejujurnya walau menyakitkan.

Mari kita Bahas satu persatu.

Komunikasi
 Kurang lebih 99 % hidup manusia tidak bisa terlepas dari komunikasi.
1.   Sebelum tidur (kalau beragama) idealnya berdoa sebagai bentuk komunikasi manusia dengan Tuhan.

2.   Tidur dan bermimpi (pada beberapa kasus, bisa dipahami sebagai komunikasi antara alam nyata dan alam bawah sadar yakni melalui mimpi). Itu termasuk komunikasi.

3.   Bagun pagi dan berdoa sebagai bentuk ucapan syukur, pada hakekatnya adalah komunikasi dengan Tuhan.

4.   Sarapan pagi,

5.   Naik kendaran menuju sekolah, kantor, atau tempat kerja,

6.   Sampai di sekolah, kantor, atau tempat kerja,

7.   dan akhirnya malam pun tiba.

SEMUA ITU ADALAH KOMUNIKASI.

Mana mungkin suatu masalah bisa diatasi jika komunikasi tidak menjadi dasarnya?

Grace Elisabet adalah tipikal siswa yang menginginkan komunikasi yang terbuka. Bicara apa adanya, bukan ada apanya.

Sobat!

Pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari Grace Elisabeth adalah pentingnya komunikasi.

Hidup pasti selalu memberikan masalah, masalah dalam hidup bisa diatasi dengan komunikasi dan tentunya ada usaha setelah itu.
Ora et labora, berdoa dan bekerja.
Jujur dan Apa Adanya
Jujur itu sakit, tetapi lebih baik sakit karena jujur; daripada sakit hati karena ketidakjujuran;
1.   Dari orang yang kita cintai,
2.   Dari orang yang kita idolakan, dan
3.   Dari orang yang kita kagumi.

Pelajarannya adalah bicaralah kebenaran walau pun itu menyakitkan karena melalui kejujuran ada cinta yang tulus.

Demikian pelajaran hidup dari Grace Elisabeth, siswa kelas XII SMA Kanaan Jakarta. Terima kasih Grace Elisabeth, hadirmu telah menjadi bagian dari perjalanan seorang guru kampung seperti saya.

Martin Karakabu
Guru kampong dan blogger newbie

Wei You Tung Siswi SMA Kanaan Jakarta: Gadis Taiwan mengajari kita bagaimana seharusnya menjadi Indonesia

Sobat muda menulis adalah manifestasi dari apa yang kita pikirkan, maksudnya berbicara melalui tulisan.


Paham maksud kaka guru?


Jika sobat muda tidak paham maka penjelasan sederhananya adalah menulis seperti orang yang sedang berbicara dengan orang lain. Itulah hebatnya Wei You Tung gadis cantik asal Taiwan. Saat ini bersekolah di SMA Kanaan Jakarta.


Ia menceritakan apa yang dialami, dan menulis apa yang dipikirkan; seperti sedang berbicara dengan teman.


Gadis yang sedang duduk di kelas XI IPA SMA Kanaan Jakarta ini adalah seorang blogger.

Welcome to my word itu semacam tagline di blognya.
Menurut saya tagline itu benar-benar menjadi ciri si penulis, beda dan tersendiri.

Saat berkunjung ke blog dengan alamat http://weiyutung.blogspot.com sobat akan disajikan beberapa istilah-istilah yang biasa tetapi dikemas dengan cara yang cukup unik.

1.   Penulis untuk menyebut dirinya atau sebagai pengganti kata saya.
2.   Sekian dulu untuk hari ini, karena sudah cukup panjang. Terima kasih kepada pembaca yang sudah merelakan waktunya untuk membaca blog ini.


Nomor dua adalah gayanya dalam menulis, sederhana dan apa adanya. Namun pesan-pesan yang disampaikan gadis Taiwan ini menarik untuk kita refleksikan bersama.


Walau saya orang asing dari Taiwan tapi saya suka dengan budaya Indonesia, apalagi hal yang berbau tradisional Indonesia. Mulai dari alat musik, tariannya, rumah daerahnya, budaya, dan lain sebagainya.


Di atas adalah pernyataannya yang ditulis di blog pribadinya yang kaka guru kutip.


Sobat muda sekalian melalui pernyataan sobat kita Wei, ada hal menarik yang bisa kita pelajari dan renungkan bersama.

“Orang luar saja (negara lain) sangat mengakui dan mencintai Indonesia dengan segala kemajemukannya dan kekayaan budayanya, lantas mengapa orang Indonesia sendiri kok seperti ini jadi kebarat-baratan”.

1.   Aku mencintaimu rasanya sulit untuk disebut, diucap, dan dilafalkan oleh generasi milenial daripada kata I LOVE YOU. Akhirnya I love you lebih bisa diterima generasi milenial daripada aku mencintaimu.


2.   Rokok atau celana dengan pahanya kemana-mana lebih bisa diterima daripada mengenakan pakian yang sopan, sesuai budaya ketimuran.


Generasi macam apa ini?


Sobat muda yang terkasih, dari Wei You Tung gadis cerdas dan bersahaja ini kita bisa belajar dua hal.

1.   Indonesia itu siapa?
-Jadi Indonesia bukan dia,
-Jadi Indonesia bukan mereka,
-Jadi Indonesia bukan kami, 
*Tetapi jadi Indonesia adalah KITA.

2.   Cinta hanya kata yang tidak ada artinya, kata-kata itu akan berarti jika sobat mampu mewujudkannya dalam tindakan. Termasuk mencintai budaya sendiri.


Demikian inspirasi dari sosok muda Wei You Tung, siswi kelas XI IPA SMA Kanaan Jakarta.
Wei You Tung gadis Taiwan mengajari kita bagaimana seharusnya menjadi Indonesia.


Martin Karakabu
Jangan lupa baca kisah yang sama dari gadis Taiwan lainnya;

Amanda Patinama Siswi SMTK Bethel Jakarta yang Sangat Kreatif


Untuk menjadi hebat mulailah dengan melakukan hal sederhana yang dialami dan dirasakan.
Amanda Patinama Siswi SMTK Bethel Jakarta yang Sangat Kreatif
Amanda
Amanda Patinama siswi kelas XI SMTK Bethel Jakarta, bukanlah Ananta Toer atau J.K Rowling penulis hebat yang kita kenal.  Amanda gadis manis asal Maluku, lahir dan besar di Betawi. Jadi kusebutnya Abe.

Abe bukanlah nama tempat di kota Jayapura tanah Papua, melainkan plesetan dari Ambon Betawi.


Entahlah apakah anak kedua dari empat bersaudara ini paham bahwa dengan menulis dirinya akan dikenal, kaka guru sendiri pun tidak mengetahuinya secara pasti. Namun melalui blog personalnya; saya sebagai gurunya jadi paham bahwa gadis manis yang mengganggap ayahnya adalah pahlawan ini memiliki kemampuan menulis yang sangat baik.


1.   Ayahku seorang pahlawan super.
Sebenarnya si doi menulisnya dalam Bahasa Inggris, namun kaka guru terjemahkan menjadi ayahku seorang pahlawan super.
2.   Kesatuan hati dalam kelas.
3.   Suka dan duka bersama sahabat.
4.   Saudara dan saudariku.


Di atas judul-judul tulisan ulasan kreatif gadis ini. Kelihatannya sangat biasa judul-judul tersebut, dan kata kreatif yang kaka guru sebutkan di atas sepertinya berlebihan.


Jika diantara sobat muda mengganggapnya seperti itu kaka guru pikir itu sah dan wajar. Namun izinkan kaka guru ‘melihatnya’ dengan cara yang berbeda.


Kita mulai dengan pertanyaan.
Mengapa saya katakan gadis ini kreatif?
Alasan pertama untuk menjadi penulis hebat anda jangan berpikir harus menulis sesuatu yang hebat, viral, dan “wah”.


Cukup lakukan hal sederhana dan menulislah apa yang engkau ketahui. Itu kata penulis hebat dan terkenal di dunia, J.K Rowling namanya, bukan kata kaka guru. Jadi yang dilakukan Amanda kaka guru sebut kreatif karena menulis sesuatu yang dialami dan dirasakannya sendiri.


Itulah kreatif menurut kaka guru karena menulis adalah suatu keterampilan, supaya terampil maka dibutuhkan latihan secara terus menerus.


Bagaimana cara melatih diri?, Jawabannya ya seperti yang Amanda lakukan. Menulis hal-hal sederhana yang ia alami dan ketahui.


Saat ini saya menyebutnya kreatif; mungkin setelah si doi lulus dari SMTK Bethel Jakarta kaka guru sebut hebat karena bisa menulis buku. Tidak ada yang tidak mungkin selama sobat muda semua tekun latihan dan mulai menulis dari hal-hal sederhana seperti Amanda lakukan.


Apa yang bisa kita pelajari dari siswi kelas XI SMTK Bethel Jakarta ini? Ada dua hal yang bisa kita pelajari dari sobat kita yang satu ini.
1.   Untuk menjadi penulis maka mulailah menulis karena tidak ada satu teori menulis yang membuat sobat jadi penulis hebat, selain latihan secara terus menerus.


Mengapa karena menulis itu suatu keterampilan, yang namanya terampil butuh latihan secara terus menerus supaya bisa.
Percuma paham teori menulis yang diajarkan oleh guru Bahasa Indonesia, apabila sobat semua tidak bisa melakukannya.  
2.   Menulis membuka masa depan yang cerah.
Sobat apakah kalian bingung maksud kaka guru? 
Kaka guru coba jelaskan secara sederhana, ‘masa depan cerah melalui menulis’.


Simak poin-poin berikut:
1.   Anda sekolah pasti memiliki cita-cita, jadi dokter, pendeta, guru dan lain sebagainya. Sebelum mencapai cita-cita itu anda harus melewati satu proses yang disebut skripsi untuk mahasiswa S1, tesis untuk mahasiswa S 2.


Semua itu dilakukan dengan kegiatan menulis. Jadi inilah waktunya latihan sobat. Kecuali jika sobat bercita-cita jadi tukang ojek atau kuli bangunan sudah pasti tidak membutuhkan keterampilan menulis, walau sebenarnya anda masih membutuhkannya untuk menulis surat lamaran kerja.


2.   Menulis bisa menjadi suatu pekerjaan yang menghasilkan. Bisa jadi blogger, wartawan, atau penulis buku.


Kesimpulannya:
1.   Menulis bisa menjadi awal untuk anda sukses karena apapun profesi anda kegiatan tulis menulis sangat dibutuhkan.


2.   Belajarlah menulis mulai dari sekarang dan dimulai dari hal-hal sederhana yang sobat alami dan tahu. Tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi hebat karena orang hebat memulainya dari hal-hal yang sederhana dan apa adanya.


Demikian inspirasi menulis dari sobat kita Amanda Patinama siswi SMTK Bethel Jakarta.


Danke banyak Amanda, hadirmu memberi inspirasi bagi guru kampung seperti saya; untuk memulai langkah hebat dari hal yang kecil dan sederhana.
Salam.

Martin Karakabu
Guru Kampung

Anda boleh pandai setinggi langit, tetapi selama tidak bisa menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Pramoedya Ananta Toer

Baca juga:
Google adsense dan Guru Bahasa Indonesia bisa Menghasilkan siswa Terampil